Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Selasa, 15 Syawwal 1440 / 18 Juni 2019

Retno Marsudi: Defisit Kepercayaan Harus Diatasi di Rakhine

Sabtu 02 Mar 2019 21:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Muslim Rohingya tiba di Desa Thae Chaung, Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar, Rabu (21/11/2018).

Muslim Rohingya tiba di Desa Thae Chaung, Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar, Rabu (21/11/2018).

Foto: Nyunt Win/EPA EFE
Diperlukan kemauan untuk mengatasi masalah defisit kepercayaan di Rakhine.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan pentingnya untuk membangun rasa saling percaya antarsemua pihak dalam mengatasi masalah di Rakhine State, Myanmar. Ia mengangkat isu tentang situasi di Rakhine, Myanmar dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-46 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang berlangsung di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Menurut Retno, dalam menangani situasi di Rakhine State, diperlukan kemauan untuk mengatasi masalah defisit kepercayaan, baik antara komunitas di Rakhine State maupun antara Myanmar dan komunitas internasional. Ia juga membahas tentang tantangan yang dihadapi kawasan Asia Tenggara terkait situasi pengungsi Rakhine.

Retno menyampaikan bahwa sejak awal Indonesia telah berkontribusi untuk membantu mengatasi situasi di Rakhine. Indonesia mengulurkan tangan dengan mengedepankan masalah kemanusiaan serta membantu upaya repatriasi pengungsi Rakhine dari Bangladesh ke Rakhine State secara suka rela, aman dan terhormat.

Terkait hal itu, Retno menyebutkan bahwa ASEAN terus berupaya untuk membantu menjembatani dan membantu proses repatriasi, termasuk dengan mengirimkan tim untuk menciptakan kondisi kondusif bagi repatriasi pengungsi.

"Kemajuan harus dicapai di Rakhine State. Myanmar harus bekerja keras untuk menunjukan bahwa kemajuan dapat terjadi, dan kita mengharapkan OKI dapat mendukung penuh upaya ASEAN," ucap Retno.

Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-46 OKI diselenggarakan di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi pada 1-2 Maret 2019 dan mengusung tema "Lima Puluh Tahun Kerjasama Islam: peta jalan menuju kemakmuran dan pembangunan." Pada pertemuan itu, keketuaan KTM beralih dari Bangladesh ke Persatuan Emirat Arab. Pertemuan akan mengesahkan lebih dari 130 rancangan resolusi yang terkait kerja sama OKI mengenai berbagai isu.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA