Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

'Saya Orang Terakhir yang Keluar Hidup-Hidup dari Masjid'

Sabtu 16 Mar 2019 03:22 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Esthi Maharani

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Foto: Youtube
Ramzan Ali, masih terbayang-bayang serangan mematikan di Christchurch

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH — Salah seorang korban selamat bernama Ramzan Ali, masih terbayang-bayang serangan mematikan di dua masjid wilayah Christchurch, Selandia Baru. Ia selamat karena bersembunyi di bawah meja. 

Baca Juga

Ia menyaksikan beberapa jamaah yang ketakutan melihat orang-orang ditembak mati di depan mata mereka. Seorang pria duduk di sana dan sempat memintanya untuk tidak keluar dari persembunyian. Nahas, pria yang memintanya tetap bersembunyi justru ditembak.

“Darah itu memercik ke arahku dan aku berpikir, ‘Ya Tuhan, apa yang akan terjadi padaku sekarang?’ Untungnya, aku masih hidup,” kata Ramzan kepada Newshub New Zealand, Jumat (15/3).

Ramzan menceritakan awal kejadian penembakan. Waktu itu, para jamaah baru saja hendak memulai shalat Jumat di Masjid Al-Noor. Dia memperikirakan ada sekitar 300 jamaah sholat di sana. Ia terus berdoa agar para pelaku segera kehabisan peluru, dan ia bisa melarikan diri.

“Saya berdoa semoga mereka kehabisan peluru, jadi yang saya lakukan saat itu adalah menunggu dan berdoa kepada Tuhan, ‘Tolong agar mereka kehabisan peluru’,” ungkap Ramzan.

Doanya diijabah, ketika salah satu pelaku berhenti menembak. Saat pelaku sedang mengisi ulang peluru, ia akhirnya berhasil melarikan diri. “Saya adalah orang terakhir yang keluar dari masjid itu hidup-hidup,” kenang Ramzan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA