Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Kisah Afi, Selamat dari Dua Terjangan Peluru di Masjid

Rabu 20 Mar 2019 10:53 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga berdoa untuk para korban penembakan di dekat Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Selasa (19 /3/ 2019).

Warga berdoa untuk para korban penembakan di dekat Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Selasa (19 /3/ 2019).

Foto: AP/Vincent Thian
Ia dan teroris itu cuma terpisah selangkah.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Mohammed Abdi Jemal Afi, seorang penyintas serangan teroris pekan lalu di dua masjid di Selandia Baru, mengatakan teroris tersebut berusaha menembak dia dua kali, tapi entah bagaimana ia selamat.

Baca Juga

Afi, penyintas yang berusia 60 tahun dari serangan tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu ia sangat dekat dengan teroris itu ketika ia akan memasuki Masjid Al-Noor di Christchurch. "Ibadah Jumat baru akan dimulai, dan di pintu masuk seorang perempuan Somalia berbicara dengan saya dalam bahasa kami. Ia mengatakan, 'Saudara Jamal, perhatikan lelaki di belakang kamu, ia akan menembak kami," kenang Afi.

Ia mengatakan teroris itu sedang merekam apa yang ia kerjakan dengan satu kamera di helmnya. Afi menambahkan peluru pertama menyerempet kepalanya dan peluru kedua tak mengenainya ketika ia jatuh ke tanah.

"Kami cuma terpisah satu langkah. Cuma selangkah antara kami. Ia menunggu beberapa detik. Ia tidak berhenti menembak. Ia tidak berbicara, dan ia cuma melihat ke wajah saya. Lalu ia menjauh dua langkah, dan mulai berlari ke arah pintu masjid. Ia berpakaian seperti tentara. Dan ia mengatakan, 'Kamu tak bisa memasuki masjid, keluar sana'. Dan ia mulai menembaki saya," kata Afi, Rabu dini hari (20/3).

photo

Umat Muslim berdoa di taman di luar Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Senin (18/3).

Orang datang untuk shalat

Afi juga menggarisbawahi ia melihat teroris tersebut membunuh seorang pria Afghanistan yang menyambut dia. Afi juga menyaksikan beberapa perempuan dan lelaki ditembak di dada dan di kepala.

Setelah selamat dari serangan itu, Afi menghubungi polisi dan ambulans, dan mereka tiba sekitar 18-20 menit kemudian. Karena terjatuh, tulang kedua lutut Afi patah. Para dokter memberitahu ia harus dioperasi, tapi ia mengatakan menunda pengobatan sampai pemakaman para korban dilakukan.

"Semua orang tidak bersenjata. Mereka bertangan kosong, dan mereka berada di sini cuma untuk shalat, bukan untuk berkelahi," katanya.

"Dengan izin Tuhan, semoga orang yang gugur akan masuk surga. Mereka berada di masjid untuk beribadah. Mereka sedang mendengarkan khutbah. Mereka akan masuk surga," katanya.

Sedikitnya 50 orang Muslim meningal ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang shalat Jumat di Masjid Al-Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA