Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Jejak Komunitas Arab di Negeri Singa

Senin 18 Mar 2019 15:45 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Agung Sasongko

Muslim Singapura

Muslim Singapura

Foto: AP
Keturunan Arab di Singapura mulai berdatangan pada abad ke-18.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARATA — Tak hanya bangsa Cina yang aktif menjejalah ke berbagai belahan dunia. Fakta menunjukkan, bangsa Arab pun demikian. Dari benua Afrika, Asia, Eropa hingga ujung selatan benua Amerika bisa ditemui komunitas-komunitas Arab yang telah beranak pinak tinggal di sana.

Baca Juga

Tak terkecuali di negeri mungil nan makmur di Asia Tenggara, Singapura. Geliat bisnis telah mengantarkan keluarga-keluarga Arab, seperti Alattas, Aljunied, Alsagoff, Alkaff, dan Ibnu Talib hijrah dan menetap di Singapura pada awal 1800-an. Saat ini, keluarga-ke luarga berdarah Arab itu tercatat sebagai salah satu Diaspora Arab paling sukses sepanjang sejarah.

Seperti juga di Indonesia, keturunan Arab di Singapura mulai berdatangan pada abad 18 dan 19. Raffles yang membangun Temasek menjadi Singapura mewujudkan keinginan nya untuk mendatangkan pedagang Arab agar turut berkecimpung di bidang bisnis. Seperti di Indonesia, mayoritas pioner Arab yang datang ke Singapura berasal dari Hadramaut (Yaman Selatan).

Di Singapura banyak juga orang Arab Singapura yang berasal dari Indonesia, meng ingat Raffles baru membangun kota singa ini pada tahun 1819 setelah berkuasa di Indonesia, terutama dari Jawa dan Sumatra, di antara mereka yang terkenal adalah kelompok Alju naid, Alsagoff dan Alkaff.

Ketiga klan itu merupakan pedagang kaya raya di Singapura, memiliki tanah luas dan perumahan di banyak tempat. Keluarga Alsa goff bahkan memiliki armada kapal sendiri (1871). Pada 1874, mereka telah memiliki em pat buah kapal uap. Kapal itu digunakan untuk mengangkut 3.476 jamaah haji dari selu ruh kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaysia.

Kala itu di Singapura, terdapat banyak perwakilan syekh dari Makkah. Malah be be rapa haji yang tidak bisa pulang ke Indonesia karena kehabisan biaya, oleh Alsagoff dipekerjakan di perkebunan mereka di Pulau Kukup. Alsagoff juga mempunyai rumah mewah yang diberi nama Constantinopel Estate.

Dalam kurun waktu cukup lama, yakni sepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke- 20, masyarakat keturunan Arab mampu menguasai 50 persen lahan di negara yang kini memiliki luas 710 kilometer persegi itu. Keluarga Arab lain yang juga terkemuka di Singapura adalah Aljunied.

Keluarga ini telah turun-temurun berbisnis di wilayah Asia Tenggara, hampir 300 tahun lamanya. Sebelum berjaya di Singapura, keluarga ini mengawali aktivitas bisnisnya di Palembang, Indonesia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA