Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Najib Razak Ubah Citra dari Elitis ke Kelas Pekerja

Rabu 03 Apr 2019 22:15 WIB

Rep: Lintar Satria/AP / Red: Joko Sadewo

Mantan PM Malaysia, Najib Razak tiba di pengadilan untuk mendengarkan dakwaan dari jaksa dalam skandal kasus 1MDB, Rabu (4/7).

Mantan PM Malaysia, Najib Razak tiba di pengadilan untuk mendengarkan dakwaan dari jaksa dalam skandal kasus 1MDB, Rabu (4/7).

Foto: ABC
Najib Razak mengganti jas mahal dengan hoodie dan celana jeans.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR — Putra mantan PM Malaysia Najib Razak, Norashman Najib memuji ayahnya atas kekuatan dan kemampuannya dalam menyelesaikan persoalan. Di media sosial Instagram Norashman mengatakan persidangan ini 'menjadi masa yang sangat amat sulit' bagi ayahnya.

"(Tapi) dengan sikap yang benar, bahkan di situasi yang paling sulit pun bisa dapat berkah Allah," tulis Norashman seperti dikutip Associated Press.   

Najib seorang bangsawan, yang ayah dan pamannya adalah perdana menteri Malaysia kedua dan ketiga. Ia melawan balik melalui media sosial. Mengubah citranya dari elitis menjadi seorang pemimpin kelas pekerja.

Najib menggunakan kalimat 'Malu apa bossku?' sebagai slogannya. Ia mengganti jas mahal dengan hoodie dan celana jeans. Dalam video klip musik yang diunggah di media sosial Najib mencerca pemerintahan yang baru sebagai 'pembohong'. Ia menggunakan  terjemahan Malaysia lagu Kiss and Say Goodbye yang diperkenalkan the Manhattans pada tahun 1970-an.

Ia mengunggah media sosialnya setiap hari. Kehidupan Najib berbalik setelah ia kalah dalam pemilu yang mengubah jalannya pemerintahan Malaysia sejak negara itu merdeka dari Inggris pada tahun 1957.

Pemerintahan yang baru langsung meluncurkan penyelidikan 1MDB yang didirikan Najib. Ia dan istrinya dilarang keluar negeri dan terus ditanyai penyelidik anti-korupsi Malaysia.

Truk-truk berisi uang, perhiasaan dan ratusan tas bermerek senilai 1 miliar ringit disita pihak berwenang. Barang-barang sitaan itu diambil dari kediaman Najib dan properti-propertinya yang lain.

The Straits Times melaporkan seorang desain grafis Fahmi Reza yang dipenjara dan didenda karena membuat karikatur Najib, mengatakan ini saatnya mantan perdana menteri itu menghadapi keadilan. "Ini giliran Anda untuk dibawa kehadapan hukum atas kejahatan korupsi dan kesewenang-wenangan yang Anda lakukan selama Anda berkuasa," kata Reza di Twitter.

Najib juga dituntut atas puluhan tuduhan pencucian uang dan kesewenang-wenangan terkait 1MDB. Sekitar 2,6 miliar ringgit uang 1MDB masuk ke rekening pribadinya. 

Persidangan SRC menjadi persidangan pertama dari empat rangkaian persidangan yang akan dihadapi Najib. Ia tuntut atas 42 tuduhan korupsi dan pencucian uang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA