Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Myanmar Ampuni Ratusan Tahanan Politik

Rabu 17 Apr 2019 17:33 WIB

Red: Nur Aini

Ilustrasi Penjara

Ilustrasi Penjara

Foto: Pixabay
Pembebasan tahanan rutin dilakukan Myanmar untuk menandai tahun baru tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Myanmar mulai membebaskan lebih dari 9.000 tahanan dari penjara pada Rabu (17/4), setelah presiden mengumumkan pemberian amnesti pada hari pertama tahun baru tradisional.

Baca Juga

Presiden Win Mynt mengatakan terdapat 9.353 tahanan, termasuk 16 orang asing, telah diberi pengampunan "sebagai adat dalam perayaan Tahun Baru Myanmar" untuk perdamaian dan kegembiraan rakyat, serta pertimbangan kepedulian kemanusiaan."

Pihak berwenang berupaya terus mencermati jumlah tahanan yang tersisa untuk melihat "siapa yang akan diberi pengampunan", seperti dikutip dari pernyataan yang diunggah di laman Facebook pemerintah Myanmar. Pembebasan para tahanan seperti itu di seluruh negeri secara rutin dilakukan untuk menandai hari libur.

Sejumlah tahanan mulai dibebaskan menjelang tengah hari, termasuk dua tahanan politik, kata Aunf Myo Kyaw, asisten Asosiasi Tahanan Politik, suatu lembaga nirlaba untuk kelompok Hak Asasi Manusia (AAPP).

Berdasarkan data AAPP, amnesti diberikan kepada total 364 tahanan politik yang berada di balik terali besi atau menghadapi persidangan. Mereka termasuk orang-orang yang dituduh mengecam tentara dan pegiat suku minoritas yang dipenjara setelah memprotes perang antara pemberontak minoritas melawan pasukan pemerintah.

Dua wartawan Reuters yang dipenjara karena melanggar Undang-undang Dinas Rahasia, tidak termasuk di antara mereka yang dibebaskan. Hal itu dikatakan petugas di penjara peninggalan masa penjajahan di pinggiran Ibu Kota Yangon, tempat kedua wartawan itu ditahan, kepada Reuters.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA