Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Viral, Pria India Potong Jari Gara-Gara Salah Coblos

Sabtu 20 Apr 2019 07:50 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Reiny Dwinanda

Pendukung Partai BJP (Bharatiya Janata Party). Seorang pria pendukung Bahujan Samaj Party memotong jarinya karena keliru menjatuhkan pilihan ke partai lain, BJP,  dalam Pemilu 2019.

Pendukung Partai BJP (Bharatiya Janata Party). Seorang pria pendukung Bahujan Samaj Party memotong jarinya karena keliru menjatuhkan pilihan ke partai lain, BJP, dalam Pemilu 2019.

Foto: Reuters/Ahmad Masood
Pendukung partai BSP potong jari karena keliru mencoblos partai lain di Pemilu India.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Seorang pria di India merasa kesal dengan dirinya sendiri karena salah memilih partai dalam pemilihan umum (Pemilu). Ia lantas menempuh cara ekstrem demi menebus kesalahannya.

Pawan Kumar (25), pria yang tak sengaja memilih Bharatiya Janata Party (BJP) atau Partai Bharatiya Janata, memotong jarinya. Pendukung Bahujan Samaj Party (BSP) atau Partai Bahujan Samaj itu salah pilih partai karena bingung dengan simbol yang berada mesin pemungutan suara.

Baca Juga

Dalam video yang viral di India, Pawan mengatakan bahwa dirinya ingin memilih simbol gajah yang merupakan lambang dari BSP. Namun, ia mengaku keliru dan justru memilih simbol bunga teratai yang menjadi lambang BJP.

"Saya ingin memilih (simbol) gajah, tapi malah memilih bunga (teratai) tersebut karena bingung," ujar Pawan dalam video tersebut yang dilansir RT, Jumat (19/4).

Sistem pemilu di India hampir sama seperti di Indonesia, di mana pemilih akan memilih salah satu partai yang didukungnya. Namun, di India tak menggunakan kertas suara seperti di Indonesia, melainkan menggunakan sebuah mesin yang terdapat lambang partai peserta pemilu.

Setelah memilih, jari dari pemilih akan dicelupkan ke dalam tinta yang sulit hilang. Karena merasa melakukan kesalahan, Pawan lebih memilih untuk memotong jari telunjuknya.

Berdasarkan informasi yang dilansir India Today, pria tersebut di dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menerima pengobatan. Pawan pun sudah diperbolehkan pulang setelah menerima sedikit perawatan.

Pawan diketahui merupakan anggota dari etnik Dalit, yang dikenal sebagai kelompok yang "tak tersentuh". Mereka merupakan salah satu kelompok penting yang mendukung BSP.

Pemilu di India disebut sebagai pemilihan umum terbesar di dunia dengan jumlah pemilih sebanyak 900 juta orang. Penyelenggaraannya berlangsung selama tujuh hari dan hasil awalnya akan keluar pada 23 Mei 2019.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA