Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

PM Ardern: Serangan Sri Lanka tidak Terkait Christchurch

Rabu 24 Apr 2019 10:05 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern.

Foto: EPA/EFE
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di Sri Lanka.

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pemerintahannya tidak menemukan data intelijen yang menunjukan ada keterkaitan antara serangan bom Sri Lanka dengan penembakan mematikan di Christchurch. Salah seorang pejabat Sri Lanka mengatakan serangan delapan bom yang menewaskan 321 orang sebagai bentuk balas dendam penembakan Christchurch.

Baca Juga

Kepada parlemen, Menteri Junior Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene mengatakan penyelidikan menemukan serangan teror yang dilakukan pada Ahad (21/3) sebagai bentuk balas dendam penembakan di dua masjid di Selandia Baru pada 15 Maret lalu. Kantor perdana menteri Selandia Baru mengatakan Ardern sudah melihat laporan kementerian pertahanan Sri Lanka tersebut.

"Kami mengerti penyelidikan Sri Lanka dalam serangan ini masih dalam tahapan awal, Selandia Baru belum menemukan data intelijen yang menjadi dasar penilaian semacam itu," kata juru bicara Ardern dalam pernyataannya, Rabu (24/4).

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan di Sri Lanka. Mereka menyebutkan ada tujuh orang pelaku yang melakukan serangan tersebut. Tapi sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung klaim mereka.

Dalam konferensi pers, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan penyidik sudah berhasil mengidentifikasi pelaku serangan. Ia juga yakin pelaku memiliki hubungan dengan ISIS.

Sebelumnya, Wijewardene mengatakan dua kelompok radikal Thawheed Jamaath dan Jammiyathul Millathu Ibrahim bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan di beberapa gereja dan hotel itu. Tapi ia tidak menjelaskan bagaimana ia dapat menarik kesimpulan serangan Sri Lanka berkaitan dengan penembakan di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang.

Seorang warga Australia yang diidentifikasi sebagai supremasi kulit pulit ditangkap atas penembakan tersebut. Juru bicara Ardern mengatakan Selandia Baru menentang segala bentuk terorisme.

"Dan kekerasan ekstrem dalam segala bentuk, setelah serangan masjid Christchurch, kecaman terhadap pelaku dan pesan perdamaian menyatukan kami semua," tambah juru bicara Ardern.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA