Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Korban Tewas Bom Sri Lanka Capai 359 Orang

Rabu 24 Apr 2019 12:06 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Seorang petugas keamanan berjaga di luar Gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka, usai serangan bom saat Paskah di gereja itu, Rabu (24/4).

Seorang petugas keamanan berjaga di luar Gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka, usai serangan bom saat Paskah di gereja itu, Rabu (24/4).

Foto: AP Photo/Gemunu Amarasinghe
Sekitar 500 korban bom Sri Lanka yang luka-luka masih menjalani perawatan.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Jumlah korban meninggal akibat serangan bom di tiga gereja dan empat hotel mewah di Sri Lanka terus bertambah. Kepolisian Sri Lanka, pada Rabu (24/4), menyebut jumlah korban tewas telah mencapai 359 orang.

Juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera merilis jumlah korban tewas terkini, tapi tidak memberikan rincian korban dari tiga gereja dan empat hotel yang menjadi sasaran pengeboman. Sekitar 500 orang yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan.

Pada Selasa lalu, kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman di Sri Lanka. Klaim itu dirilis melalui media propagandanya, Amaq, kemudian disebarluaskan di ruang perpesanan daring, Telegram.

Namun, ISIS tak menyebut apakah mereka memiliki kaitan langsung dengan para pelaku. Dari 40 tersangka pengeboman yang telah ditangkap otoritas Sri Lanka, satu di antaranya dilaporkan adalah warga Suriah.

Menteri Muda Bidang Pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene mengatakan pengeboman terhadap gereja dan hotel mewah di negaranya merupakan aksi balasan dari peristiwa penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada Maret lalu. “Penyelidikan awal telah mengungkapkan ini sebagai pembalasan atas serangan masjid Selandia Baru,” ujar Wijewardene saat berbicara kepada parlemen Sri Lanka pada Selasa.

Kendati demikian, dia tak menjelaskan mengapa otoritas berwenang meyakini terdapat hubungan antara penembakan masjid di Chirstchurch dengan pengeboman gereja di negara tersebut. Wijewardene hanya mengatakan dua kelompok ekstremis Sri Lanka, yakni National Thaweed Jamaat dan Jammiyatul Millathu Ibrahim, bertanggung jawab atas serangan bom yang terjadi saat perayaan Paskah pada Ahad lalu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA