Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Sri Lanka Rilis Nama Pelaku Serangan Bom

Kamis 02 Mei 2019 13:27 WIB

Rep: Rizky Jaramaya / Red: Nur Aini

Seorang petugas keamanan berjaga di luar Gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka, usai serangan bom saat Paskah di gereja itu, Rabu (24/4).

Seorang petugas keamanan berjaga di luar Gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka, usai serangan bom saat Paskah di gereja itu, Rabu (24/4).

Foto: AP Photo/Gemunu Amarasinghe
Sri Lanka akan menyita aset milik pelaku serangan bom.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Kepolisian Sri Lanka telah merilis nama-nama sembilan orang yang menjadi pelaku bom bunuh diri pada Hari Minggu Paskah yang menewaskan 253 orang. Polisi menyatakan, aset para penyerang akan disita sejalan dengan undang-undang anti-teror.

Juru bicara kepolisian Ruwan Gunasekera mengkonfirmasi pada Rabu bahwa dua hotel mewah dibom oleh dua saudara lelaki dari keluarga kaya asal Kolombo yang terlibat dalam bisnis ekspor rempah-rempah.  

Baca Juga

Salah satu pengebom Shangri-La adalah Zahran Hashim, pemimpin kelompok jihadis setempat yang bertanggung jawab atas serangan yang diklaim oleh ISIS. Hashim memimpin Jamath Thowheed Nasional (NTJ) yang telah dilarang sejak peristiwa rangkaian bom saat Minggu Paskah. 

Hashim menyerang Shangri-La bersama Ilham Ahmed Mohamed Ibrahim. Kakak Ilham, Inshaf Ahmed, adalah orang yang mengebom Hotel Cinnamon.

Sementara, hotel ketiga yang menjadi sasaran yakni Kingsbury, dibom oleh seorang pria yang diidentifikasi sebagai Mohamed Azzam Mubarak Mohamed. Gunaaekarta mengatakan, istri Azzam sekarang ditahan polisi.

Sedangkan Gereja St Anthony dibom oleh Ahmed Muaz, dan saudaranya telah ditangkap. Pengebom Gereja St Sebastian adalah Mohamed Hasthun, seorang penduduk dari timur pulau tempat Hashim bermarkas. Gereja Sion Kristen di distrik timur Batticaloa dibom oleh Mohamed Nasser Mohamed Asad.

Pria lain yang gagal meledakkan bom di sebuah hotel mewah, telah meledakkan bomnya di sebuah wisma di dekat ibu kota diidentifikasi sebagai Abdul Latheef. Dia pernah belajar di Inggris dan Australia.

Tak lama setelah serangan bom hotel, Fathima Ilham, meledakkan bahan peledak yang diikat pada dirinya sendiri. Ledakan tersebut menewaskan dua anak dan tiga petugas polisi.

 "Kami akan menggunakan pencegahan hukum pendanaan teroris untuk menyita properti mereka," kata Gunasekera dilansir The Guardian.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA