Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Selasa, 13 Zulqaidah 1440 / 16 Juli 2019

Uskup Sri Lanka Sebut ada Ancaman Baru Serangan ke Gereja

Jumat 03 Mei 2019 05:41 WIB

Rep: Dedi Darmawan Nasution/ Red: Muhammad Hafil

Tentara Sri Lanka kembali ke markas mereka setelah melakukan operasi mencari bahan peledak dan tersangka militan ISIS di Kalmunai, Sri Lanka, Senin (29/4).

Tentara Sri Lanka kembali ke markas mereka setelah melakukan operasi mencari bahan peledak dan tersangka militan ISIS di Kalmunai, Sri Lanka, Senin (29/4).

Foto: AP Photo/Gemunu Amarasinghe
Penutupan gereja dan sekolah katolik tersebut telah disampaikan kepada para pejabat.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO – Uskup Agung Kolombo, Kardinal Malcolm Ranjit, menyatakan, gereja-gereja dan sekolah katolik di Sri Lanka akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah itu dilakukan setelah menerima informasi bahwa akan adanya upaya penyerangan gereja pada pekan ini.

Baca Juga

Penutupan gereja dan sekolah katolik tersebut telah disampaikan kepada para pejabat gereja pada Kamis (2/5) waktu setempat. Kardinal mengatakan, selain akan dilakukan penutupan, otoritas gereja membatalkan sidang umum untuk misa.

“Demi kebaikan anda sendiri, kami telah memutuskan untuk menutup gereja dan sekolah katolik hingga pemberitahuan lebih lanjut,” kata Kardinal seperti dikutip dari Aljazeera, Jumat (3/5).

Juru Bicara Gereja, Pendeta Edmund Thilakaratne telah mengkonfirmasi keaslian surat yang berisikan informasi akan adanya serangan lanjutan itu kepada The Associated Press. Namun, Edmund enggan untuk memberikan informasi lebih detail, termasuk sumber dari informasi asing itu.

Edmund juga memutuskan untuk membatalkan semua layanan gereja pada hari Ahad pekan ini. Hal itu sudah diputuskan bersama keuskupan Kolombo.

Seperti diketahui, anggota kelompok ISIS berkebangsaan Sri Lanka melakukan aksi bom bunuh diri yang terkoordinasi pada Ahad (28/4) lalu ketika umat kristiani tengah menjalani ibadah paskah. Aksi dilakukan di tiga gereja dan tiga hotel dan menewaskan total 257 orang. Para pejabat Sri Lanka menyebut, tersangkat lain yang terkait dengan aksi pengeboman keji tersebut masih buron.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA