Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Erdogan: Pemotongan Pajak Untuk Mobil Dapat Diperpanjang

Sabtu 25 May 2019 10:30 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Friska Yolanda

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Majelis Umum PBB, Selasa (25/9).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam Majelis Umum PBB, Selasa (25/9).

Foto: AP Photo/Richard Drew
Perpanjangan pemotongan pajak mobil untuk meningkatkan penjualan.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah dapat memperpanjang pemotongan pajak khusus untuk mobil yang berakhir bulan depan. Langkah itu, bertujuan untuk meningkatkan penjualan mobil yang menurun.

Baca Juga

Penjualan mobil penumpang dan mobil komersial turun 56 persen secara year on year (yoy) pada April 2019. Asosiasi Distributor Otomotif (ODD) mengatakan penjualan turun 48 persen dalam empat bulan pertama tahun ini.

Pada November 2018, pemerintah Turki telah memberlakukan pemotongan pajak khusus untuk beberapa mobil. Kemudian, pemotongan itu diperpanjang hingga akhir Juni 2019.

Erdogan mengatakan pemotongan pajak dapat diperpanjang. Hal itu disampaikan Erdogan kepada pedagang dan pengrajin di Istanbul, Turki untuk menggalang dukungan pada pemilihan Walikota Istanbul yang yang akan diulang pada bulan depan.

"Kami telah memotong pajak konsumsi khusus. Jika perlu, kami dapat memperpanjang aplikasi ini yang berakhir pada akhir bulan depan," kata Erdogan pada acara buka puasa bulan suci Ramadhan, seperti dikutip dari Reuters,  Sabtu (25/5). 

Sebelumnya, dalam pemilihan wali kota yang berlangsung 31 Maret 2019, Oposisi utama Turki, Partai Rakyat Republik (CHP) memperoleh kemenangan tipis atas Partai AKP (partai pimpinan Erdogan). Kemenangan itu, mengakhiri sejarah selama 25 tahun pemerintahan oleh AKP dan para Islamis di Istanbul.

Namun, AKP melakukan banding ke Dewan Pemilihan Tinggi. Setelah itu, Dewan Pemilihan Tinggi memutuskan untuk membatalkan kemengan CHP. Keputusan itu, mengharuskan pemilihan wali kota ulang atas tuduhan ketidakberesan dalam pengangkatan pejabat TPS. Sehingga, pemilihan ulang akan kembali di gelar di Istanbul yang rencananya akan digelar pada 23 Juni 2019. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA