Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Warga Jepang Menikmati Perang Bantal

Ahad 26 May 2019 12:52 WIB

Rep: Fergi nadira/ Red: Dwi Murdaningsih

Perang bantal untuk lampiaskan stres. (ilustrasi)

Perang bantal untuk lampiaskan stres. (ilustrasi)

Foto: Reuters/Pichi Chuang
Perang bantal merupakan gabungan antara dodgeball dan catur.

REPUBLIKA.CO.ID, ITO, JEPANG - Warga Jepang dikenal dengan kerapiannya, terutama dalam hal merapikan tempat tidur di pagi hari. Namun semua norma sosial itu luluh lantak Sabtu (25/5) pada perhelatan lomba kejuaraan Pertempuran Bantal di Seluruh Jepang yang diselenggarakan di Prefektur Shizuoka.

Di kota nelayan kecil Ito atau sekitar 150 kilometer selatan Tokyo, tim dari banyak warga berkumpul dari seluruh wilayah untuk bersaing. Mereka berkumpul dalam acara yang telah menjadi salah satu perhelatan yang paling aneh di Jepang sejak 2013.

Perlombaan ini diambil awalnya oleh sekelompok anak-anak sekolah menengah di Shizuoka. Permainan didasarkan pada ritual pertarungan bantal kuno ketika jauh dari pengawasan guru dan orang tua saat menginap atau dalam perjalanan sekolah.

Permainan dimulai dengan kelima pemain 'tidur' di bawah selimut pada alas futon Jepang sebelum peluit berbunyi. Kemudian mereka melompat berdiri dan meraih bantal.

Permainan yang merupakan gabungan antara dodgeball dan catur. Tujuannya adalah untuk melindungi 'Raja' masing-masing tim dari terkena bantal sambil mencoba untuk memukul 'Raja' lawan selama dua menit set. Satu pemain di setiap tim juga dapat menggunakan selimut sebagai tameng.

Turnamen regional Sabtu kemarin terdiri dari 16 tim yang bersaing untuk kualifikasi kompetisi nasional, yang memiliki 64 peserta yang diadakan pada Februari tahun depan. Tim terdiri dari bisnis lokal, tim bola basket sekolah menengah dan klub atletik lokal, yang berhasil menarik banyak peserta.

"Melalui kegiatan trek dan lapangan, tim telah berhubungan sejak lama," kata Kazuteru Takigawa, usia 75 tahun, yang merupakan peserta tertua.

"(Tim saya) semuanya sudah menikah dan membawa anak-anak dan keluarga mereka hari ini untuk menikmati hari libur," kata dia.

Tim 'BlancWhite' yang terdiri dari Soda Wamanobe yang berusia sembilan tahun nerupakan pesaing termuda kedua yang memenangkan turnamen. Sebagai hadiah mereka, tim menerima serangkaian produk lokal serta kualifikasi penting untuk turnamen nasional tahun depan.

Baca Juga

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA