Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Jumat, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 Desember 2019

Lembaga Bantuan Turki Kirim Ribuan Paket Makanan ke Rohingya

Kamis 16 Mei 2019 16:04 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Suasana kamp pengungsi Rohingya Balukhali, Bangladesh,

Suasana kamp pengungsi Rohingya Balukhali, Bangladesh,

Foto: Altaf Qadri/AP
Ribuan paket makanan ini dibagikan dalam rangka puasa Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL – Sebuah lembaga bantuan Turki mengirimkan puluhan ribu paket makanan kepada warga Rohingya yang membutuhkan di Bangladesh selama bulan Ramadhan ini. 

Baca Juga

Organisasi amal dan solidaritas berbasis di Istanbul, Cansuyu, mengirim bantuan makanan tersebut ke kamp-kamp Rohingya di Cox's Bazar Town serta memberikan makanan iftar (berbuka puasa) kepada ribuan orang di sana.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bantuan di seluruh dunia. Koordinator Negara Bagian Rakhine, Bayram Numan Koksal, mengatakan kegiatan bantuan telah meningkat berlipat ganda selama Ramadhan. 

"Kami telah mendistribusikan kotak makanan Ramadhan kepada puluhan ribu saudara dan saudari Rohingya dan menyediakan makanan buka puasa bagi ratusan orang di Masjid Dilek," kata Koksal, dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (16/5).

Lembaga amal ini juga berencana mendirikan pusat kesehatan dalam bebeberapa hari mendatang. Sebelumnya, berbagai lembaga bantuan internasional memang telah menyerukan lebih banyak dukungan bagi para pengungsi Rohingya pada Ramadhan ini. 

Warga Rohingya sendiri digambarkan PBB sebagai orang yang paling teraniaya di dunia. Mereka telah menghadapi ketakutan sejak kekerasan komunal dilancarkan pada 2012 lalu. 

Menurut Amnesty International, lebih dari 750 ribu pengungsi Rohingya, kebanyakan wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh. Mereka melarikan diri setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

Sejak 25 Agustus 2017, laporan dari Ontario International Development Agency (OIDA) mengatakan, hampir 24 ribu Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar. 

Laporan yang berjudul "Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap" itu menyebutkan, lebih dari 34 ribu warga Rohingya juga dilemparkan ke dalam api. Sedangkan lebih dari 114 ribu lainnya dipukuli. (Kiki Sakinah)

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA