Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Senin, 18 Zulhijjah 1440 / 19 Agustus 2019

Cina tidak akan Izinkan Pemimpin Hong Kong Mundur

Selasa 18 Jun 2019 06:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, 10 Juni 2019.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, 10 Juni 2019.

Foto: AP Photo/Vincent Yu
Mundurnya Lam hanya akan memperburuk krisis yang dihadapi Cina saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Pemerintah Cina tidak akan membiarkan pemimpin Hong Kong Carrie Lam mundur dari jabatannya, bahkan jika dia menginginkan hal itu. "Lam mundur, itu tidak akan mungkin terjadi," kata pejabat senior pemerintahan yang dekat dengan Lam yang menolak disebutkan namanya itu, Senin (17/6).

Baca Juga

Pejabat tersebut menambahkan Lam ditunjuk oleh pemerintah pusat sehingga untuk mundur diperlukan pembicaraan dan pertimbangan tingkat pusat. Massa yang diklaim berjumlah sekitar dua juta orang di Hong Kong turun ke jalan untuk menuntut Lam mundur atas kontroversi Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradisi.

Perlawanan terhadap usul peraturan hukum yang memungkinkan ekstradisi ke Cina daratan itu merupakan demonstrasi terbesar di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir. Kendati Lam telah menangguhkan pengesahan RUU tersebut, namun gestur dramatiknya tidak mampu meredakan kemarahan masyarakat yang menentang.

Kekacauan terjadi di Hong Kong setelah bertahun-tahun penuh kebencian atas apa yang dianggap warganya sebagai peningkatan campur tangan yang represif dari pemerintah Cina. Kini, pergolakan di Hong Kong juga menjadi persoalan lain bagi Presiden Cina Xi Jinping yang menghadapi masalah perang dagang dengan Amerika Serikat.

Mundurnya Lam hanya akan memperburuk krisis yang dihadapi oleh pemerintah Cina saat ini. "Jika Lam mundur, itu hanya akan menambah masalah baru di berbagai tingkatan, daripada menyelesaikannya," ujar pejabat yang terlibat dalam pertemuan untuk membahas krisis politik di Hong Kong.

Dengan meningkatnya massa yang ikut serta berdemonstrasi dan menuntut kemunduran Lam, pemimpin Hong Kong itu meminta maaf. "Kekurangan dalam kerja keras pemerintah Hong Kong telah menimbulkan kontroversi yang substansial dan pertentangan di masyarakat," kata Lam.

Sementara itu, kantor urusan Hong Kong dan Makau di Cina juga tidak segera berkomentar tentang kemungkinan pemerintah pusat tidak mengizinkan Lam mundur. Juru bicara kementerian luar negeri Cina, ketika ditanya mengenai nasib Lam, menjawab pemerintah akan selalu membenarkan pekerjaan yang dilakukan Lam dan akan selalu tegas mendukung sang Kepala Eksekutif.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA