Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

India Berencana Luncurkan Stasiun Ruang Angkasa Sendiri

Sabtu 15 Jun 2019 11:21 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Esthi Maharani

Stasiun ruang angkasa / Ilustrasi

Stasiun ruang angkasa / Ilustrasi

Foto: CMSA via news scientist
Stasiun ruang angkasa memungkinkan para astronot dapat tinggal selama 15-20 hari

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI-- India akan berupaya membuat stasiun ruang angkasa sendiri setelah selesainya misi berawak pertama negara itu ke luar angkasa pada 2022. Hal itu diungkapkan oleh kepala badan antariksa India pada Kamis (13/6).

Stasiun ruang angkasa memungkinkan para astronot dapat tinggal selama 15 hingga 20 hari. Ketua Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) K. Sivan mengatakan stasiun ruang angkasa akan ditempatkan di orbit sekitar 400 kilometer di atas Bumi.

“Stasiun ruang angkasa akan berbobot 20 ton. ISRO memerlukan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun untuk meluncurkan stasiun ruang angkasa yang diusulkan setelah misi berawak pertamanya selesai pada 2022,” kata Sivan, seperti yang dilansir pada Sabtu (15/6).

Sebelumnya, Lembaga Luar Angkasa India memperkenalkan pesawat luar angkasa terbaru mereka pada Rabu (12/6). Pesawat ini akan diluncurkan bulan depan dan ditargetkan mendarat di bulan pada awal September. Misi yang bernama Chandrayaan-2 ini merupakan upaya mencapai permukaan bulan kedua oleh India. Misi Chandrayaan-1 pada 2008 gagal mendarat di permukaan bulan.

Pesawat terbaru ini telah dilengkapi dengan perangkatan pendaratan, pengorbit, dan penjelajahan. Pesawat ini diharapkan mampu mencatat data air, mineral, dan formasi bebatuan di bulan.

Jika semua berjalan sesuai rencana, pendarat dan penjelajah akan mendarat di dekat kutub selatan bula pada September. Jika berhasil, itu akan menjadi pesawat ruang angkasa pertama yang mendarat di bagian tersebut.

Selain itu, jika misi ini berhasil, maka akan membuat India sejajar dengan tiga negara lain yang terlebih dahulu mendarat di bulan, yakni Amerika Serikat, Uni Soviet (Rusia), dan Cina.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA