Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Trump: Saya tidak Cari Perang

Senin 24 Jun 2019 01:32 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Ratna Puspita

Donald Trump

Donald Trump

Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Donald Trump pun menegaskan bahwa ia tak ingin mencari peperangan apapun dengan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlanjut. Pejabat militer Iran pun sempat memperingatkan tentang potensi menyebarnya konflik di kawasan Teluk.

Menangapi hal itu, Presiden AS Donald Trump pun menegaskan bahwa ia tak ingin mencari peperangan apapun dengan Iran. “Saya tidak cari perang,” kata Trump dalam program NBC-Meet The Press, dilansir dari Reuters pada Senin (24/6).

Baca Juga

Di satu sisi, ia juga menegaskan bahwa AS akan menetapkan sanksi lebih lanjut untuk Iran pada Senin waktu setempat. Kendati demikian, ia juga sempat mengindikasikan bahwa Trump akan siap untuk mencari kesepakatan demi meningkatkan perekonomian yang lesu.

Kesepakatan ini pun dinilai menjadi sebuah langkah nyata untuk meredakan ketegangan. “Saya pikir Iran ingin bernegosiasi. Saya juga berpikir mereka ingin membuat kesepakatan dan, kesepakatan saya adalah nuklir. Lihatlah, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” ucapnya.

Ia pun yakin bahwa sebenarnya Iran tidak suka dengan kondisi yang ada saat ini. Karena, lanjut dia, perekonomian Iran sedang terpuruk. 

Di satu sisi, Wakil Presiden AS, Mike Pence pun menekankan bahwa Iran akan segera mendapat sanksi tambahan. "Mulai besok kami berharap Presiden mengumumkan sanksi tambahan itu," kata Pence.

Hubungan di kawasan itu mulai memburuk secara signifikan ketika pada 2015 Trump menarik diri dari perjanjian nuklir antara Iran dan enam negara dan menerapkan kembali sanksi terhadap negara tersebut. 

Iran pun mengatakan akan menanggapi dengan tegas atas segala ancaman yang ada. Pejabat militer Iran, Mayor Jenderal Gholamali Rashid mengatakan, jika konflik pecah di kawasan itu, tidak ada negara yang dapat mengatur ruang lingkup dan waktunya.

"Pemerintah Amerika harus bertindak secara bertanggung jawab untuk melindungi nyawa pasukan Amerika dengan menghindari pelanggaran di wilayah tersebut,” kata Rashid.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA