Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Volkswagen (VW) Bangun Pabrik Mobil Listrik Pertama di Jerman

Rabu 05 Jun 2019 14:00 WIB

Rep: deutsche-welle/ Red:

Volkswagen (VW) Bangun Pabrik Mobil Listrik Pertama di Jerman

Volkswagen (VW) Bangun Pabrik Mobil Listrik Pertama di Jerman

VW harus mengubah total sistem produksinya untuk beralih ke pembuatan mobil listrik.

Sekitar 700 pekerja Volkswagen harus menjalani pelatihan khusus, sebelum pabrik di Zwickau beralih ke produksi mobil listrik November 2019. Ada 300 modul pendidikan, mulai dari unit pelatihan beberapa jam, sampai pendidikan 24 bulan untuk tingkat ahli.

VW harus mengubah total sistem produksi mobilnya untuk beralih ke pembuatan mobil listrik. Pabrik di Zwickau adalah pabrik pertama di Jerman yang hanya memproduksi mobil listrik.

Saat ini, di sekitar pabrik sudah ada kawasan hunian dari peti kemas yang diubah jadi rumah dan dijajarkan membentuk sebuah desa kecil. "Kami akan melakukan pelatihan dengan cara seperti bermain, kami ingin membangkitkan semangat kebersamaan dan antusiasme untuk mobil listrik", kata pimpinan proyek Katja Neef.

Volkswagen jadi produsen mobil pertama di Jerman, yang mencanangkan pengalihan produksi sepenuhnya ke mobil listrik. Beberapa tahun lagi, VW tidak memproduksi lagi mobil bermesin penggerak dengan bahan bakar fosil.

Teknologi robot dan digitalisasi

Sampai 2020, semua proses produksi di Zwickau akan dialihkan ke mobil listrik. Ada sekitar 1500 robot baru yang sudah siap mendukung produksi. Saebagian robot sudah mulai difungsikan. Sebuah bangunan lama pabrik dibongkar untuk dibangun sesuai pola produksi baru. Di bangunan ini diproduksi karoseri mobil listrik model VW ID.3.

Hingga kini sudah ada 200 unit mobil listrik ID.3 yang sedang menjalani ujicoba. "Memang ini masa peralihan. Ini tantangan besarnya", kata direktur divisi karoseri Heiko Rösch. Kalau proses peralihan sudah selesai, semua mesin akan beroperasi secara otomatis. Banyak bagian yang sekarang ini masih diselesaikan dengan tangan, nantinya akan diselesaikan oleh robot. Di salah satu unit mesin yang sekarang dioperasikan oleh 25 pekerja, nantinya hanya akan diawasi oleh 9 pekerja.

Untuk produksi mobil listrik, memang dibutuhkan lebih sedikit pekerja dibanding produksi mobil konvensional. Ini juga salah satu tantangan bagi perusahaan, yang lambat laun akan mengurangi jumlah pekerja tanpa melakukan PHK.

Pabrik VW di Zwickau sebelumnya memproduksi model Golf Variant dan VW Passat. Produksi model tersebut kini mulai diturunkan volumenya. Pada saat yang sama, persiapan produksi mobil listrik memasuki fase-fase terakhir. Nantinya ada enam model mobil listrik yang keluar dari pabrik di Zwickau.

Ekspansi pabrik mobil listrik di AS dan Cina

Sesuai dengan strategi barunya merambah ke pasaran mobil listrik, VW juga sedang membangun pabrik mobil listrik di AS dan Cina. "Zwickau adalah titik awalnya, di sini kita memulainya", kata Reinhard de Vries, Direktur Teknik dan Logistik VW. "Masih banyak hal yang harus dilakukan menuju produksi mobil listrik", tambahnya.

Reinhard de Vries optimis dengan masa depan mobil listrik. Dua minggu lalu, VW membuka pemesanan awal mobil listrik lewat internet untuk model andalannya ID.3. Hanya dalam dua minggu sudah ada 15 ribu pemesanan. Edisi perdana ID.3 dibatasi hanya 30 ribu mobil.

Sampai tahun 2022, VW merencanakan pembangunan 8 pabrik baru, antara lain di Eropa Timur, di Chattanoga, AS dan di Cina.Target penjualan VW yang terbesar memang ke Cina. Di sanalah diyakini pasar masa depan bagi mobil listrik. Saat ini saja, sekitar 40 persen dari seluruhnya 10,8 juta mobil yang diproduksi VW setiap tahunnya, dipasarkan di Cina. Dalam lima tahun ke depan, VW merencanakan investasi senilai 44 miliar Euro di bidang mobilitas listrik dan digitalisasi.

hp/as (dpa, afp)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA