Senin 08 Oct 2018 09:02 WIB

Ratu Inggris Donasikan Uang Pribadi untuk Sulteng

Ratu juga pernah mendonasikan uangnya ketika bencana tsunami Aceh 2004.

Rep: Mimi Kartika/ Red: Indira Rezkisari
Ratu Elizabeth
Foto: EPA
Ratu Elizabeth

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ratu Inggris Elizabeth II mendonasikan uang pribadinya untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Istana Buckingham mengonfirmasi Sang Ratu telah memberikan dana pribadinya tersebut melalui Komite Darurat Bencana Inggris (DEC).

Dilansir dari Metro.co.uk, Senin (8/10), sejauh ini DEC telah mengumpulkan uang lebih dari 8 juta pound. Dana itu untuk membantu para korban selamat di wilayah Sulawesi Tengah yang tengah melanjutkan kehidupan pascabencana.

Namun, pihak istana tidak menginformasikan jumlah donasi yang diberikan Ratu Elizabeth II. Elizabeth II juga pernah mendonasikan uangnya untuk para korban tsunami di Samudera Hindia termasuk Aceh pada 2004. Bencana yang merenggut nyawa hampir 250.000 orang.

Pada 2013, ia juga memberikan bantuan uang pribadi untuk para korban Topan Haiyan di Filipina. Kemudian, baru-baru ini, pada 2017, Ratu juga memberikan donasi besar kepada mereka yang menderita kelaparan di Afrika Timur.

Sementara, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, bantuan internasional berupa uang dari pemerintah maupun organisasi internasional diterima melalui rekening yang dikelola BNPB. Sedangkan, bantuan internasional yang berasal dari individu, NGO, dan masyarakat disalurkan melalui rekening Palang Merah Indonesia (PMI).

Selain itu, BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah per Ahad pukul 13.00 WIB mencapai 1.763 orang. Korban luka berat berjumlah 2.632 orang yang dirawat di rumah sakit. Korban hilang sebanyak 265 orang dan korban tertimbun reruntuhan bangunan 152 orang.

Selain itu, rumah rusak akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai 66.926 unit. Kerusakan tersebut belum diklasifikasikan ke rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat. Sedangkan, rumah rusak di Sulawesi Barat sebanyak 688 unit, diantaranya 250 unit rusak berat, 223 unit rusak sedang, dan 215 unit rusak ringan.

Sutopo juga mencatat, akibat gempa dan tsunami itu terdapat sekolah mengalami kerusakan. Sejumlah 2.736 unit sekolah rusak yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. Kerusakan berat juga terjadi pada fasilitas kesehatan diantaranya, satu Rumah Sakit Anutapura dan enam Puskesmas yakni Puskesmas Talise, Bulili, Mamboro, Lere, Nosara, dan Singgani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement