Sabtu 20 Oct 2018 20:08 WIB

Pelanggan Gas PGN di Sumut Bertambah

Terdapat tiga permintaan industri jasa komersial dan satu dalam proses layanan.

PGN menyalurkan gas untuk mendukung kelistrikan Sumbagsel.
Foto: PGN
PGN menyalurkan gas untuk mendukung kelistrikan Sumbagsel.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Permintaan gas industri ke PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk di Area Medan, Sumatera Utara, terus bertambah. Bahkan, perseroan tengah dalam proses layanan kepada satu pelanggan baru.

"Hingga Oktober 2018 ada 47 perusahaan industri yang berlangganan gas di PGN. Sedangkan dalam proses berlangganan ada satu industri," ujar Sales Area Head Medan PT PGN, Saeful Hadi di Medan, Sabtu (20/10). 

Menurut dia, 47 industri itu menggunakan gas PGN sebanyak 12 BBTUD. Sementara itu, calon pelanggan baru industri itu adalah pabrik di Belawan dengan rencana pemakaian 0,8 BBTUD. 

Di luar satu perusahaan industri, ada permintaan tiga Industri Jasa Komersial. "Diyakini akan ada terus penambahan permintaan gas industri dan komersial karena potensinya masih cukup besar,"katanya.

Saeful menegaskan, pasokan gas di Sumut juga semakin stabil setelah sebelumnya pasokan berkurang akibat pasokan terganggu khususnya di Desember 2017. "Pasokan akan semakin aman karena dewasa ini ada program Integrasi Pipa Gas Nasional,"katanya.

Dengan pipa gas yang terintegrasi maka apabila ada gangguan gas dari sumber gas di Aceh (baik yg bersumber dari PHE NSO and Triangle Pase Inc), maka gangguan pasokan tersebut bisa di atasi dengan penggunaan sumber pasokan dari jaringan pipa Dumai.

Division Head Gas Distribution Management Regional III, Herry Yusuf  sebelumnya menegaskan PGN menjamin penyaluran gas di Sumut khususnya Kota Medan tidak terganggu atau berkurang pascaadanya program Integrasi Pipa Gas Nasional. Penyambungan antara jaringan pipa Medan itu berupa jaringan pipa Sei Mangke, Simalungun, Sumut dengan Dumai  yang  berjarak lebih dekat atau sekitar 320 km sudah masuk dalam roadmap dan strategi perusahaan. Menurut dia, untuk integrasi gas itu sendiri tinggal menyambungkan dengan membangun jalur pipa 24 Sei Mangke. 

Herry menjelaskan integrasi gas itu merupakan wacana nasional yang mulai dilaksanakan sejak pembangunan jaringan pipa transmisi. Saat ini, jaringan itu dikelola oleh PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada tahun 1997 hingga sekarang.

Dengan pembangunan itu  maka akan lebih memudahkan untuk penyaluran dan penerimaan gas ke masyarakat. "Program Integrasi Pipa Gas Nasional itu merupakan  penyelesaian permasalahan kurangnya pasokan gas," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement