Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Jerman Akui Terima Rekaman Terkait Khashoggi dari Turki

Selasa 13 Nov 2018 06:55 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Para penyidik Turki mencari petunjuk yang mungkin ada terkait pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di parkir basement, di konsulat Istanbul, Selasa (23/10).

Para penyidik Turki mencari petunjuk yang mungkin ada terkait pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di parkir basement, di konsulat Istanbul, Selasa (23/10).

Foto: AP Photo/Emrah Gurel
Jerman dan Kanada berdiskusi dengan sekutu mengenai langkah selanjutnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pemerintah Jerman mengonfirmasi adanya pertukaran informasi antara intelijen Turki dan Jerman terkait rekaman pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Juru Bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, memastikan mereka telah menerima informasi berupa rekaman terkait Khashoggi dari Turki.

"Saya beritahu kalian, memang ada pertukaran informasi layanan intelijen mengenai hal itu," kata Seibert, dalam konferensi pers reguler tetapi menolak memberikan perincian lebih lanjut, dilansir di Anadolu Agency, Selasa (13/11).

Selain Jerman, Kanada juga telah menerima rekaman terkait pembunuhan Khashoggi. Bahkan petugas intelijen Kanada telah mendengarkan rekaman milik Turki tentang apa yang terjadi terhadap Khashoggi. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, sedang mendiskusikan dengan sekutu apa langkah selanjutnya yang harus diambil.

"Badan-badan intelijen Kanada telah bekerja sangat keras dalam masalah ini bersama dengan intelijen Turki, dan Kanada telah diberitahu sepenuhnya tentang apa yang harus dibagikan oleh Turki," kata Trudeau dalam konferensi pers.

Trudeau mengaku tidak mendengarkan rekaman itu secara pribadi. Dia menambahkan, dia juga telah berbicara dengan Erdogan tentang masalah Khashoggi di Paris akhir pekan ini.

Kanada adalah bagian dari jaringan five eyes intelligence yang berbagi informasi bersama dengan AS, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. "Kami sedang berdiskusi dengan sekutu kami yang berpikiran sama mengenai langkah-langkah selanjutnya yang berkaitan dengan Arab Saudi," kata Trudeau.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu lalu mengatakan telah berbagi rekaman yang terkait dengan pembunuhan Khashoggi dengan Arab Saudi, AS, Jerman, Prancis dan Inggris. Khashoggi, seorang kolumnis untuk The Washington Post, terbunuh pada 2 Oktober di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Setelah beberapa pekan menyangkal keterlibatan, Saudi mengakui Khashoggi telah dibunuh di konsulat tetapi mengklaim keluarga kerajaan Saudi tidak memiliki pengetahuan sebelumnya tentang rencana untuk membunuhnya. Sejauh ini, 18 orang, termasuk petugas keamanan, telah ditangkap di Arab Saudi karena terkait pembunuhan itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA