Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Pengunjuk Rasa Lempari Kedubes Iran di Den Haag dengan Batu

Jumat 11 Jan 2019 16:25 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Bendera Iran  (ilustrasi)

Bendera Iran (ilustrasi)

Foto: politico.ie
Unjuk rasa memrotes sikap represif Iran terhadap oposisi di negeri para mulah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, DEN HAAG— Sekelompok orang yang berdemonstrasi untuk menentang pembunuhan dua pembangkang Iran di Belanda menyerang Kedutaan Besar Iran di Den Haag pada Rabu larut malam (9/1) dan ditangkap dengan tuduhan mengganggu ketenangan masyarakat. 

Protes tersebut dikabarkan dimulai secara damai tapi belakangan berubah rusuh.

Beberapa pemrotes dilaporkan melemparkan batu dan benda-bend lain ke gedung kedutaan besar itu dan berusaha memasukinya dengan cara memanjat pagar kompleks tersebut.

Polisi menangkap empat tersangka, termasuk putra Ahmad Mola Nissi, seorang pemimpin kelompok separatis Gerakan Perjuangan Arab bagi Pembebasan Ahwaz (ASMLA), yang dipandang sebagai organisasi teroris oleh Teheran.

Dilansir Kantor Berita Anadolu, Jumat (11/1), Nissi (52) ditembak hingga tewas di depan pintu kediamannya di Den Haag pada November 2017.

Pembangkang lain, Ali Motamed, tewas dalam peristiwa serupa di luar rumahnya di Amsterdam pada Desember 2015. 

Iran menyatakan Motamed bertanggung jawab atas serangan bom di Teheran pada 1981, yang menewaskan lebih dari 70 orang.

Demonstrasi itu dilancarkan setelah Pemerintah Belanda pada Selasa (8/1) menuduh Iran menyewa gerombolan penjahat untuk membunuh kedua orang tersebut dan setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi atas Teheran atas apa yang dikatakannya sebagai "kegiatan luas perencanaan pembunuhan di seluruh Eropa".

ASMLA, kelompok pembangkang nasional Arab, bertujuan mendirikan negara terpisah di Provinsi Khuzestan, yang kaya akan minyak di bagian barat-daya Iran.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA