Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Sunday, 19 Jumadil Akhir 1440 / 24 February 2019

Lolos Mosi tidak Percaya, May Selamat dari Ancaman Lengser

Kamis 17 Jan 2019 13:29 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Inggris Theresa May berbicara selama konferensi pers di akhir KTT Uni Eropa di Brussels, Ahad (25/11) waktu setempat. Pemimpin negara Uni Eropa berkumpul untuk menyepakati perpisahan blok tersebut dengan Inggris pada tahun depan.

Perdana Menteri Inggris Theresa May berbicara selama konferensi pers di akhir KTT Uni Eropa di Brussels, Ahad (25/11) waktu setempat. Pemimpin negara Uni Eropa berkumpul untuk menyepakati perpisahan blok tersebut dengan Inggris pada tahun depan.

Foto: AP
Mosi tidak percaya terhadap PM Inggris muncul setelah rencana Brexit ditolak parlemen

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Theresa May selamat dari mosi tidak percaya pada Rabu (16/1) waktu setempat, sehari setelah anggota parlemen menolak rencana Brexit yang ia negosiasikan dengan Uni Eropa.

May menang dengan 325 suara melawan 306 suara menentang mosi tidak percaya yang diajukan oleh Jeremy Corbyn, pemimpin partai oposisi, Partai Buruh, yang sebelumnya mendesak Mei untuk mundur. May selamat dari pemungutan suara usai mendapatkan dukungan dari pemberontak partainya sendiri dan Partai Democratic Unionist Party (DUP), yang menopang pemerintahan minoritasnya.

"Saya senang bahwa House ini telah menyatakan kepercayaannya pada pemerintah malam ini," kata May, menyambut hasil dan bersumpah untuk terus memenuhi hasil dari referendum (Brexit), seperti dilansir laman Alzajirah edisi Kamis (17/1).

May mengatakan, pemerintah-nya akan melanjutkan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan, menjamin keamanan, dan memperkuat Inggris. "Kami memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi jalan ke depan yang dapat mengamankan dukungan House," katanya.

Dengan kepemimpinannya saat ini, May harus memutuskan langkah selanjutnya sebagai tenggat waktu Brexit pada 29 Maret. Perdana menteri yang telah mengesampingkan mengadakan pemilihan umum itu, mengatakan bahwa akan menjadi hal terburuk jika Brexit tidak dilakukan.

"Hal ini akan memperdalam perpecahan ketika kita membutuhkan persatuan, ini juga akan membawa kekacauan ketika kita membutuhkan kepastian dan pasti membawa penundaan ketika kita perlu bergerak maju," kata May kepada parlemen.

Pilihan lain adalah dengan referendum kedua yakni mengadakan negosiasi ulang dengan UE. May berjanji untuk bekerja dengan politisi senior menemukan jalan keluar yang mulus agar menghindari Brexit yang tidak ada kesepakatan atau referendum lain mengenai keanggotaan.

Perdana menteri mengadakan pembicaraan dengan perwakilan dari Demokrat Liberal, Partai Nasional Skotlandia, dan partai Welsh Plaid Cymru. May mengatakan, dirinya kecewa bahwa Corbyn memilih untuk tidak mengambil bagian dalam diskusi itu.

May mengatakan, bahwa pintunya tetap terbuka untuk Partai Buruh. "Semua politisi dan semua pihak harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan harus berkonsultasi dengan anggota parlemen untuk semua keputusan," kata May, usai hasil pemungutan suara diumumkan.

Corbyn mengatakan, dia bersedia bertemu May untuk membahas jalan ke depan jika dia setuju untuk mengambil Brexit yang tidak ada kesepakatan dari meja parlemen. Dirancang selama hampir dua tahun, perjanjian Brexit yang ditolak ini membuat masa depan Inggris semakin tidak pasti. Uni Eropa menyerukan kepada Inggris untuk mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan kerajaan tersebut.

Selama debat di parlemen pada Rabu, Corbyn mengatakan bahwa pemungutan suara Brexit pada Selasa malam telah membuat pemerintah May tidak efektif dalam memenuhi janjinya.

"Pemerintah ini telah mengecewakan negara kita. Ia tidak dapat memerintah, tidak dapat memerintahkan dukungan rakyat, menghadapi masalah paling penting saat ini, yaitu Brexit," kata Corbyn.

Setelah pemungutan suara pada Rabu, Corbyn meminta pada May untuk mengatasi masalah prospek Brexit yang tanpa kesepakatan, dan semua kekacauan yang akan terjadi sebagai akibat dari hal itu.

Juru bicara keuangan Partai Buruh John MxDonnel mengatakan, May akhirnya bisa mendapatkan kesepakatan melalui parlemen jika dia menegosiasikan adanya kompromi damai dengan partai oposisi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA