Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Ukraina Minta Jerman Hukum Rusia

Rabu 28 Nov 2018 17:00 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Nur Aini

Tentara Ukraina berada di chekpoint Ukraina Timur.

Tentara Ukraina berada di chekpoint Ukraina Timur.

Foto: AP
Rusia menyita tiga kapal militer Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Duta Besar Ukraina untuk Jerman, Andrij Melnyk, mendesak Berlin dan negara-negara Barat lainnya untuk menghukum Rusia dengan memperpanjang sanksi, melarang impor energi, dan menahan pipa gas NordStream 2. Desakan itu disampaikan setelah Moskow menyita tiga kapal Ukraina di dekat Krimea.

Melnyk bahkan menyinggung kemungkinan Jerman mengirim marinir ke wilayah tersebut. "Jerman harus mengambil garis yang jelas ... dan menempatkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin di tempatnya. Semuanya dipertaruhkan," kata Melnyk kepada radio Jerman, Rabu (28/11).

Beberapa politisi senior Eropa telah meningkatkan kemungkinan dijatuhkannya sanksi baru terhadap Rusia setelah insiden yang terjadi pada Ahad (25/11) itu. Barat khawatir peristiwa tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas di dekat Krimea, yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014.

"Sanksi harus dijatuhkan dengan cepat. Harus ada larangan penuh pada impor gas dan minyak dari Rusia, NordStream 2 harus dibekukan," kata dia. Melnyk menambahkan, hanya tindakan semacam itu yang bisa menghentikan perilaku Putin yang brutal.

Ukraina telah merasa khawatir akan prospek pipa NordStream 2 yang meningkatkan ketergantungan Eropa pada gas Rusia. Kiev juga merasa takut akan kehilangan pendapatan transit.

"Dalam istilah militer, apa yang dapat Anda lakukan? Mengirimkan marinir Jerman ke pantai Krimea bisa membantu menghentikan eskalasi. Jika Anda berada di sana, Rusia memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk bertindak secara brutal," tutur Melnyk.

"Jika Anda tidak melakukan apa-apa, Anda hampir tidak bisa berharap ini akan berakhir," kata dia.

Sejauh ini, Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyerukan penurunan eskalasi dan dialog. Menteri Luar Negeri Austria, yang memegang kursi kepresidenan bergilir Uni Eropa, mengatakan perpanjangan sanksi yang diberlakukan terhadap Rusia atas tindakannya di Ukraina akan bergantung pada informasi lebih lanjut tentang insiden itu dan bagaimana kedua pihak berperilaku.

Rusia menembaki kapal Ukraina, kemudian menyita kapal itu dan awaknya pada Ahad (25/11). Moskow dan Kiev telah mencoba saling menyalahkan satu sama lain.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA