Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Drone Ganggu Bandara Gatwick, Polisi Tangkap Dua Tersangka

Ahad 23 Dec 2018 03:12 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Andri Saubani

Penumpang menunggu di Bandara Gatwick, Sussex, Inggris. Drone yang terbang di bandara membuat seluruh aktivitas terpaksa dihentikan sementara. Pada Sabtu (22/12), Gatwick sudah dibuka kembali.

Penumpang menunggu di Bandara Gatwick, Sussex, Inggris. Drone yang terbang di bandara membuat seluruh aktivitas terpaksa dihentikan sementara. Pada Sabtu (22/12), Gatwick sudah dibuka kembali.

Foto: EPA
Drone mengganggu penerbangan di Bandara Gatwick, London.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Polisi Inggris  telah menangkap seorang pria dan wanita setelah kejadian pesawat tanpa awak (drone) terbang secara ilegal di dekat Bandara Gatwick London, Sabtu (22/12). Seorang pria berusia 47 tahun dan seorang wanita berusia 54 tahun yang berasal dari daerah setempat ditahan dengan tuduhan mengganggu layanan penerbangan sipil.

Tidak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas gangguan tersebut. Bandara Gatwick menjalankan jadwal penerbangan penuh pada Sabtu (22/12). Namun, Inspektur James Collis memperingatkan penumpang dan masyarakat di sekitar bandara agar tetap waspada.

“Investigasi kami masih berlangsung dan terus dibangun aktivitas ketahanan untuk mendeteksi dan mengurangi serangan lebih lanjut dari drone dengan mengerahkan berbagai taktik,” ujar Collis melalui pernyataan, Sabtu (22/12).

Kejadian ini dimulai dari puluhan ribu penumpang terpaksa batal terbang dari Bandara Gatwick selama dua hari. Bandara sempat ditutup karena drone terbang secara ilegal di dekat bandara.

Penerbangan yang berangkat dari Gatwick dihentikan sejak pukul 21.00 waktu London pada  Rabu (19/12) hingga 03.00 waktu London pada Kamis (20/12). Bandara tersebut kembali ditutup pukul 03.45 waktu London setelah pengamatan adanya drone lain.

Pihak berwenang akhirnya mendapatkan kembali kendali atas lapangan terbang setelah tentara mengerahkan teknologi militer untuk menjaga daerah tersebut. Mereka meyakinkan pihak bandara bahwa daerah tersebut sudah cukup aman untuk terbang.

Drone telah menjadi ancaman yang tumbuh di bandara-bandara seluruh dunia. Jumlah nyari kecelakaan antara drone pribadi dan peswat terbang di Inggris lebih dari tiga kali lipat antara 2015 dan 2017 dengan 92 insiden tercatat tahun lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA