Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Hadiri Pemakaman Anaknya Korban Christchurch, Ibu Ini Wafat

Sabtu 23 Mar 2019 19:13 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Teguh Firmansyah

Umat muslim melintasi karangan bunga yang diletakkan warga di depan Masjid Wellington saat pelaksanaan salat Jumat pertama pascapenembakan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3) di Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019).

Umat muslim melintasi karangan bunga yang diletakkan warga di depan Masjid Wellington saat pelaksanaan salat Jumat pertama pascapenembakan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3) di Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019).

Foto: Antara/Ramadian Bachtiar
Putranya Kamel Darwish meninggal terbunuh di Masjid Al Noor.

REPUBLIKA.CO.ID, CHRISTCHURCH -- Ibu dari seorang pria Palestina yang terbunuh dalam pembantaian di masjid Christchurch telah meninggal karena serangan jantung. Ibu itu datang untuk menghadiri pemakaman anaknya.

Baca Juga

Kamel Darwish (38 tahun) seorang pekerja peternakan sapi perah dan ayah dari tiga anak kecil, meninggal di masjid Al Noor. Dia datang ke Selandia Baru dari Yordania tahun lalu untuk mengikuti kakak laki-lakinya. Istri dan anak-anaknya telah mengajukan permohonan visa untuk menyusulnya.

"Ibunya, Saud Abdelfattah Mhaisen Adwan, (65 tahun) meninggal karena serangan jantung hari ini," kata seorang pejabat dari Kedutaan Besar Yordania di Sydney, dilansir di NZ Herald.

Seorang teman keluarga, Yaser Mohammad, mengatakan ibu Darwish tiba dari Yordania kemarin. Dia datang untuk menghadiri pemakaman.

"Rupanya pagi ini dia meninggal karena dia tidak tahan dengan duka dan kesedihan karena kehilangan putranya." kata Yaser.

Dia bilang dia punya putra lain yang tinggal di sini juga. "Mereka sedang mengurus untuk membawa peti mati kembali ke Yordania."

Adwan adalah salah satu dari beberapa kerabat korban penembakan oleh teroris di Christchurch yang terkena serangan jantung pada hari-hari berikutnya.

Mohsin Al-Harbi (61 tahun) berasal dari Arab Saudi, selamat dari serangan jantung awal, namun meninggal saat di rumah sakit. Istrinya, Manal, sangat tertekan ketika dia mencarinya sehingga dia pingsan karena serangan jantung dan dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA