Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Rusia: Penuntutan Terhadap Assange Aksi Balas Dendam AS

Jumat 12 Apr 2019 15:29 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Julian Assange

Julian Assange

Foto: AP Photo/Matt Dunham
AS menuduh Assange berkonspirasi meretas jaringan komputer Pentagon.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW – Pemerintah Rusia menanggapi dakwaan otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap pendiri situs Wikileaks Julian Assange. Moskow menilai, langkah Washington menuntutnya atas informasi yang telah dipublikasikan Wikileaks merupakan aksi balas dendam.

Baca Juga

“Tentu saja ini adalah masalah pembalasan atau balas dendam dari pendirian politik AS. Itu bisa didamaikan setelah informasi yang memutarbalikan ide komunitas internasional tentang cara kerja kekuatan legislati dan eksekutif (AS) telah diungkapkan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Jumat (12/4).

Menurut dia, sudah jelas bahwa Washington berada di belakang penuntutan Assange. Sementara pihak lain turut bermain di dalamnya. “Ini terbukti,” ujar Zakharova.

Pengacara Assange, Barry Polack, mengungkapkan bahwa kejaksaan AS mendakwa kliennya dengan tuduhan berkonspirasi untuk meretas jaringan komputer Pentagon 2010. Dia tidak dituntut menggunakan UU Spionase karena tindakannya merilis jutaan dokumen rahasia milik Pemerintah AS.

Assange disebut berupaya membantu mantan analis intelijen militer AS Chelsea Manning memecahkan sebagian kode yang disandikan. Hal itu memungkinkannya memasuki jaringan militer rahasia di bawah identitas pengguna lain. Dokumen-dokumen rahasia yang dipublikasikan Wikileaks pada 2010 diperoleh dari Manning.

"Karena kegiatan jurnalistik tradisional tidak mencakup membantu sumber memecahkan kode untuk mendapatkan akses terlarang ke jaringan rahasia, tuduhan itu tampaknya merupakan upaya oleh jaksa penuntut untuk menghindari potensi 'ladang ranjau' Amandemen Pertama yang memperlakukan tindakan penerbitan informasi sebagai kejahatan. Meskipun demikian, wartawan tetap harus khawatir," kata Pollack pada Kamis (11/4), dikutip laman New York Times. 

"Sementara dakwaan terhadap Assange yang diungkapkan hari ini menuntut konspirasi untuk melakukan kejahatan komputer, tuduhan faktual terhadap Assange bermula untuk mendorong sumber memberinya informasi dan berupaya melindungi identitas sumber itu. Jurnalis di seluruh dunia harus sangat terganggu oleh tuduhan kriminal yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Pollack.

Juru bicara Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS menolak menanggapi pernyataan Pollack perihal dakwaan terhadap Assange. Pengacara AS di Distrik Timur Virginia pun enggan meresponsnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA