Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Uni Eropa Serukan Gencatan Senjata di Libya

Selasa 14 May 2019 10:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kendaraan terbakar di distrik bagian selatan Abu Salim, Tripoli, Libya, awal pekan ini, lantaran konflik yang melibatkan dua pemerintahan di negara itu.

Kendaraan terbakar di distrik bagian selatan Abu Salim, Tripoli, Libya, awal pekan ini, lantaran konflik yang melibatkan dua pemerintahan di negara itu.

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Situasi di Libya dapat mengancam keamanan internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa (UE) mengatakan semua pihak yang bertikai di Libya harus berkomitmen menerapkan gencatan senjata dan kembali pada mediasi yang dipimpin PBB, Senin (13/5). Organisasi itu menyebut situasi tersebut dapat mengancam keamanan internasional.

"UE mendesak semua pihak segera memberlakukan gencatan senjata dan terlibat dengan PBB guna memastikan dihentikannya permusuhan secara menyeluruh," kata menteri luar negeri Uni Eropa dalam satu pernyataan usai bertemu dengan Perdana Menteri Libya dukungan PBB, Fayez al-Serraj di Brussels.

"UE juga meminta mereka agar memisahkan diri baik di depan umum maupun di lapangan dari elemen teroris dan kriminal yang terlibat dalam pertempuran serta menghindari mereka yang diduga melakukan kejahatan perang, termasuk orang-orang yang masuk daftar hitam Dewan Keamanan PBB," bunyi pernyataan tersebut.

Kekerasan terbaru di Libya, tempat Muammar Gaddafi digulingkan pada 2011, meletus sejak bulan lalu saat pasukan komandan Khalifa Haftar, yang bermarkas di Libya timur, bergerak menuju pinggiran Tripoli. Lebih dari 400 orang tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi.

Baca Juga

Negara yang kaya akan minyak itu telah menyaksikan kemunculan dua pemerintah yang bersaing yaitu satu di Libya Timur, tempat Haftar berafiliasi, dan satu lagi di Tripoli, yang mendapat pengakuan PBB.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA