Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Rusia dan Turki Mediasi Genjatan Senjata di Idlib Suriah

Kamis 13 Jun 2019 17:39 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Asap membubung setelah serangan udara pasukan Suriah dan Rusia mengenai Kota al-Habeet, selatan Idlib, Suriah, Ahad (19/5).

Asap membubung setelah serangan udara pasukan Suriah dan Rusia mengenai Kota al-Habeet, selatan Idlib, Suriah, Ahad (19/5).

Foto: Syrian Civil Defense White Helmets via AP, File
Rusia dan Turki mediator gejatan senjata antara Suriah dan pemberontak.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW— Rusia dan Turki menjadi mediator gencatan senjata antara pasukan Pemerintah Suriah dan pemberontak di Provinsi Idlib, Suriah.

Militer Rusia mengatakan, gencatan senjata diberlakukan ke lokasi, yang disebutnya sebagai zona deeskalasi Idlib dan telah mengurangi secara signifikan kekerasan pada Rabu, sebagaimana laporan beberapa kantor berita Rusia yang mengutip militer pada Rabu (12/6).

Baca Juga

Mereka tidak menyebutkan berapa lama gencatan senjata tersebut berlangsung. Idlib merupakan benteng terakhir pemberontak.

Menurut Pertahanan Sipil kepada Reuters, penembakan secara intensif terus berlangsung di sejumlah kota di Provinsi Idlib selatan dan Hama utara setelah tengah malam, ketika gencatan senjata seharusnya sudah diberlakukan di lokasi tersebut.  

Kekerasan di Provinsi Idlib dan Hama di dekatnya menandai peningkatan bentrokan militer terbesar antara Presiden Bashar al-Assad dan musuh-musuh pemberontak sejak musim panas lalu.

Puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka, yang banyak di antaranya mencari perlindungan ke perbatasan Turki guna menghindari serangan udara yang menelan korban jiwa.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA