Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Turki akan Balas Sanksi AS Soal Pembelian Rudal Rusia

Sabtu 15 Jun 2019 08:15 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu

Foto: Matthias Balk/dpa via AP
AS akan usir Turki dari program jet F-35 sebagai sanksi pembelian rudal buatan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki akan "melakukan aksi balasan" jika Amerika Serikat menjatuhi sanksi terkait pembelian rudal S-400 buatan Rusia. Pernyataan yang dilontarkan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Jumat itu sekaligus menandai langkah terbaru menuju kebuntuan antara sekutu NATO.

Baca Juga

"Jika Amerika Serikat mengambil langkah negatif terhadap kami, maka kami juga akan melakukan pembalasan," kata Cavusoglu, saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi AS dalam wawancara dengan stasiun TV Turki.

Nilai mata uang lira Turki melemah hingga 5,93 terhadap dolar AS seusai pernyataan tersebut. Inilah level paling rendah dalam dua pekan terakhir.

Ankara dan Washington secara terang-terangan berdebat selama berbulan-bulan terkait pembelian sistem rudal S-400 oleh Turki, yang diprediksikan akan dikirim pada awal Juli. Washington mengancam pembelian itu akan memicu sanksi AS.

Pihaknya juga melayangkan surat peringatan kepada Ankara yang menyatakan bahwa Ankara akan diusir dari program jet F-35.

"Kami yang menentukan masalah S-400. Tidak perduli akan hasilnya nanti, kami tidak akan mundur," kata Cavusoglu, menambahkan tidak mungkin untuk membatalkan pembelian tersebut.

Rudal S-400 tidak kompatibel dengan sistem pertahanan NATO dan Washington mengatakan mereka akan mengkompromikan F-35 miliknya, yang juga akan dibeli oleh Turki. Istanbul mengusulkan agar sekutu membentuk kelompok kerja guna menilai dampak rudal S-400, namun pihaknya belum menerima respons dari Amerika Serikat.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA