Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Nyalakan Kembang Api Bisa Ganggu Kelangsungan Hidup Satwa

Senin 31 Dec 2018 16:25 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Gita Amanda

Kembang api. (ilustrasi)

Kembang api. (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Cahaya dan suara dari kembang api membuat orientasi hewan terganggu.

REPUBLIKA.CO.ID, GALAPAGOS -- Perayaan Tahun Baru biasanya identik dengan kembang api. Tetapi tidak semua wilayah di dunia mengizinkan penggunaan kembang api termasuk saat merayakan pergantian tahun.

Otoritas Pulau Galapagos resmi melarang penjualan dan penggunaan kembang api sejak 2017. Tujuannya demi melindungi kelangsungan hidup satwa liar yang ada di pulau tersebut. Akan tetapi kembang api yang hanya mengeluarkan cahaya tanpa suara masih diperbolehkan di Galapagos.

Aktivis lingkungan mengatakan hewan harus berjuang ketika menghadapi kembang api karena detak jantungnya meningkat dan mengalami kecemasan. Kembang api memang memengaruhi perilaku hewan. Cahaya dan suara dari kembang api membuat orientasi hewan terganggu.

Dikutip dari Independent, studi pada 2011 di jurnal Behavioral Ecology melaporkan sekelompok burung di Belanda terbang mengungsi untuk menjauh dari pesta kembang api pada malam Tahun Baru. Ketakutan dan stres yang ditimbulkan kembang api dapat menyebabkan kerusakan anggota tubuh hewan. Kembang api juga bisa memicu hewan untuk turun ke jalan secara tak terkendali atau kehilangan arah menuju sarangnya dan membuat anak-anaknya mati kelaparan.

Pulau Galapagos terletak 1.000 kilometer dari Ekuador. Ribuan orang berwisata ke Galapagos tiap tahunnya lantaran tertarik melihat keanekaragaman hayati dan lingkungannya yang bersih. "Ini adalah hadiah konservasi bagi Ekuador dan dunia. Ekosistem Galapagos yang sensitif, terutama satwanya, ikut terpengaruh akibat penggunaan kembang api," kata President of Local Council Lorena Tapia di Twitter sebagaimana dilansir BBC News belum lama ini.

Setelah Galapagos memberlakukan aturan pelarangan kembang api, pemerintah Ekuador ikut didesak untuk menerapkan kebijakan serupa demi menjaga kelangsungan ekosistem. Di Galapagos, penggunaan plastik sekali pakai juga ikut dilarang.

Spesies khusus yang bermukim di pulau berpenduduk 25 ribu jiwa ini adalah iguana dan kura-kura. Konon Charles Darwin pernah singgah ke Galapagos dan mempelajari satwa di sana untuk mendukung teori evolusinya yang terkenal.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA