Selasa 28 May 2013 07:54 WIB

Nepal Protes Pendaki Buat Panggilan Video dari Puncak Everest

Rep: Nur Aini/ Red: Fernan Rahadi
Para pendaki gunung Everest, Nepal
Foto: VOA
Para pendaki gunung Everest, Nepal

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Kementerian Pariwisata Nepal menginterogasi seorang pendaki asal Inggris yang membuat panggilan video tanpa izin di puncak Gunung Everest. Daniel Hughes mencapai puncak tertinggi di dunia pada 19 Mei dan membuat panggilan video dari ponsel pintar.

"Aturan pendakian mengatakan jika kamu ingin membuat siaran langsung dari gunung, yang merupakan area terlarang, kamu harus memiliki izin dulu dan memberitahu kami tentang apa yang akan kamu lakukan," ujar pejabat dari Kementerian Pariwisata Nepal, Dipendra Poudel dilansir BBC.

Untuk mendapatkan izin tersebut, pendaki harus mengeluarkan biaya 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 19 jutaan. Otoritas kementerian mengatakan pendaki telah melanggar aturan dan terancam tidak dapat mengajukan izin mendaki selama 10 tahun dan masuk ke Nepal selama lima tahun.

Hughes yang telah meninggalkan Nepal, mengumpulkan dana 1 juta dolar AS untuk badan amal Inggris, Comic Relief dengan mendaki Gunung Everest. Dia ingin membuat panggilan video pertama dari puncaknya.

Mei adalah bulan yang paling ramai untuk pendakian Everest karena memiliki cuaca yang baik. Pekan lalu, sejumlah pendakian Everest menjadi pemberitaan dunia. Itu termasuk pencapaian 11 kali puncak Everest bagi pendaki Inggris, wanita pertama Arab yang mencapai puncak Everest, serta orang tertua di dunia yang mencapai puncak Everest yakni Yuichiro Miura dari Jepang dengan usia 80 tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement