Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Sabtu, 11 Jumadil Akhir 1440 / 16 Februari 2019

Peselancar Bisa Pantau Keberadaan Hiu Lewat Twitter

Kamis 26 Des 2013 14:12 WIB

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Mansyur Faqih

Hiu putih raksasa di perairan Australia

Hiu putih raksasa di perairan Australia

Foto: AP PHOTO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Australia Barat memengembangkan satu teknologi untuk melacak keberadaan ikan hiu. Keberadaan ikan hiu ini penting dipantau oleh para peselancar dan perenang yang kebetulan sedang berada di pantai Australia Barat.

Teknologi yang dikembangkan ini bisa membantu peselancar mengetahui keberadaan ikan hiu melalui akun twitter Surf Saving Western Australia (SLSWA) atau @SLSWA. Australia Barat merupakan tempat paling mematikan di dunia untuk insiden serangan hiu. 

Peselancar Chris Boys (35 tahun) tewas pada bulan November lalu karena serangan ikan hiu. Ia adalah orang keenam yang tewas selama kurun waktu dua tahun terakhir.

Pihak berewenang telah berpartoli selama bertahun-tahun menggunakan helikopter. Insiden yang berulang mendorong pemerintah setempat untuk melakukan cara berbeda untuk mencegah insiden lebih jauh.

Peneliti dari departemen perikanan Australia Rory McAulay mengatakan memasang transmitter atau alat pelacak pada 320 ekor hiu, termasuk ikan hiu putih, di perairan tersebut.

Alat ini bisa memantau gerakan dan keberadaan hiu di dalam laut. Baterai yang digunakan dalam transmitter ini bisa dipakai selama 10 tahun. "Penelitian ini berperan penting mendukung keselamatan publik," ujar dia, Kamis (26/12) seperti dikutip news sky.

Transmitter akan memberikan sinyal jika ikan hiu berada dalam radius satu kilometer dari perairan. Sinyal ini dikonversi menjadi informasi yang disebar melalui akun twitter @SLSWA.

Dengan memantau akun ini, pelancar bisa antisipasi dan lebih waspada terhadap keberadaan hiu. Upaya pencegahan serangan ikan hiu telah dilakukan dengan berbagai cara.

Baru-baru ini, Menteri Perikanan baru saja menyetujui satu skema kontroversional yang memungkinkan nelayan membunuh hiu yang berada di zona perairan tertentu. Ikan hiu yang boleh dibunuh berukuran tiga meter. Namun, pernyataan ini mendapat kritik tajam dari para pegiat konservasi hiu.

Ross Weir dari Western Australian for Shark Conservation (WASC) mengatakan hal tersebut hanya akan samakin mengurangi spesies hiu yang sudah terancam punah. Ia bertekad untuk menghentikan setiap tindakan pemusnahan itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB