Selasa 04 Mar 2014 18:01 WIB

Korsel-AS Latihan Perang, Korea Utara Lepas Rudal ke Laut Jepang

Rudal Korea Utara (ilustrasi)
Foto: AP
Rudal Korea Utara (ilustrasi)

JAKARTA--Korea Utara melepaskan tembakan ke laut menggunakan multi peluncur roket Selasa, agaknya untuk unjuk kekuatan bertepatan dengan pelatihan militer gabungan AS-Korsel, kata pejabat Korsel.

Sebelum Selasa petang, Korut melepaskan tembakan dengan menggunakan sistem multi peluncur roket (MLRS), satu pelucur otomatis yang dapat menembakkan roket-roket darat ke darat, kata Kementerian Pertahanan Korsel.

Proyektil-proyektil itu diluncurkan dari pelabuhan Wonsan, Korut timur dan terbang sejauh 55 km ke Laut Jepang (Laut Timur), katanya.

Korut menembakkan empat lagi MLRS dari pukul 16.17 waktu setmpat (14.17 WIB) yang meluncur sekitar 155km, kata kementerian itu.

"Korut diperkirakan telah menguji dua tipe berbeda MLRS," kata seorang juru bicara kementerian itu kepada AFP.

Pasukan Korsel telah meningkatkan kewaspadaan setelah serangkaian peluncuran rudal Korut yang menimbulkan kecaman dari Korsel dan AS.

Korut melakukan empat uji coba rudal-rudal Scud jarak pendek di lepas pantai timurnya pekan lalu kemudian dua rudal lagi Senin.

Korsel menyebut peluncuran itu satu "provokasi nekad", sementara AS mendesak Korut menahan diri dan menaati resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.

Scud-scud itu adalah tipe jangkauan pendek dengan satu diperkirakan mencapai 300-500 kilometer yang dapat menjangkau setiap target di Korsel.

Bukanlah hal biasa bagi Korut untuk melakukan uji coba-uji coba seperti itu, yang sering dilakukan tanpa dilaporkan oleh Korsel.

Tetapi Washington mengatakan uji coba rudal terbaru melanggar resolusi-resolusi yang mengharuskan Pyongyang menghentikan program rudal balistiknya.

Uji coba itu jelas bertepatan dengan pelatihan militer gabungan AS-Korsel yang dimulai sepekan lalu dan berlangsung sampai pertengahan April.

Pyongyang secara rutin mengecam pelatihan militer gabungan AS-Korsel sebagai persiapan bagi invasi.

Tahun lalu pelatihan-pelatihan itu bertepatan dengan satu ketegangan militer yang meningkat setelah Korut mengeluarkan ancaman untuk melakukan serangan nuklir mendahului.

Bertentangan dengan itu, pelatihan tahun ini saat hubungan antara Seoul dan Pyongyang mencair.

Mereka bertepatan dengan berakhirnya reuni peetama dalam lebih dari tiga tahun bagi para keluarga yang terpisah akibat Perang Korea tahun 1950-1953-- satu kejadian yang menimbulkan harapan-harapan bagi kerja sama lintas perbatasan.

Pyongyang sebelumnya menegaskan bahwa pelatihan militer gabungan ditangguhkan sampai setelah reuni keluarga itu berakhir.Tetapi Seoul menolak -- dalam satu konsesi yang jarang terjadi, Korut mengizinkan reuni keuarga di wilayahnya dilakukan sesuai rencana.

Para pengamat yakin uji coba rudal itut mencerminkan keperluan Pyongyang untuk meredakan ketegangan setelah reuni itu.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement