Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

CDC Himbau Pekerja Kesehatan Lebih Waspada Bahaya Ebola

Selasa 14 Okt 2014 15:16 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Winda Destiana Putri

Tim medis sedang menangani seseorang yang terjangkit virus Ebola.

Tim medis sedang menangani seseorang yang terjangkit virus Ebola.

Foto: wild-wings-safaris.com

REPUBLIKA.CO.ID, DALLAS -- Ebola berpotensi menginfeksi lebih banyak pekerja kesehatan AS. Seorang perawat yang kontak dengan korban pertama Ebola AS, Thomas Duncan positif terinfeksi.

Perawat yang diidentifikasi bernama Nina Pham (26 tahun) ini telah diisolasi bersama orang terdekatnya di rumah sakit Texas.

WHO memperingatkan epidemik Ebola bisa membahayakan negara. Buktinya Pham tetap terjangkit virus meskipun telah melakukan tindakan pencegahan yang cukup untuk melindungi dirinya. Ia menerima infus antibodi penuh dari dokter sebelum merawat Duncan.

Kepala Centers for Disease Control (CDC), Tom Frieden mengatakan saat ini tim penyidik sedang mewawancarai para petugas rumah sakit yang merawat Duncan.

Pada Ahad ia mengatakan kebocoran terjadi karena pelanggaran protokol meskipun ia tidak bermaksud menyalahkan perawat atau pekerja kesehatan di rumah sakit Health Presbyterian Texas.

"Kita harus memikirkan kembali cara mengendalikan infeksi Ebola karena kebocoran satu infeksi saja tidak bisa diterima," kata Frieden pada wartawan dalam konferensi pers, Selasa (14/10) dikutip BBC. Saat ini Pham dilaporkan dalam kondisi stabil di rumah sakit. Rumahnya pun telah dibersihkan.

Tim penyidik mengatakan satu orang yang kontak dekat dengan Pham juga telah diisolasi. Orang tersebut adalah satu dari 48 orang yang kontak dengan Duncan dan orang-orang yang merawatnya. "Yang harus kita lakukan adalah meminimalisir resiko pekerja kesehatan dapat terinfeksi," kata Frieden.

Ia menambahkan, CDC telah memperingatkan semua rumah sakit di Amerika Serikat untuk lebih waspada ketika dihadapkan dengan pasien yang memiliki gejala terinfeksi. Mereka juga meminta mereka untuk waspada pada orang yang telah bepergian dalam 21 jam ke Sierra Leone, Liberia dan Guinea.

Frieden mengaku sangat sulit menangani Ebola. "Menangani Ebola itu sulit. Kita harus membuatnya aman dan mudah," kata dia dikutip Reuters.

Seorang teman Pham, Tom Ha mengatakan keluarga Pham sangat terkejut ketika mengetahui ia terjangkit Ebola. "Ibunya menangis, ia terlihat sangat frustasi," kata Tom pada Reuters. Namun Pham telah menerima transfusi darah dari orang yang selamat infeksi virus.

Kondisi korban infeksi lain, juru kamera Amerika Ashoka Mukpo terus membaik setelah menerima transfusi darah dari orang yang sembuh. Ia dirawat di Nebraska Medical Center setelah mendapat transfusi darah tersebut. "Sepertinya aku sedang dalam perjalanan menuju sehat," kata Mukpo di akun Twitternya.

Dalam unggahan lainnya, ia mengaku prihatin karena warga Afrika Barat hanya menerima sedikit perawatan sementara ia telah membaik.

Frieden meminta maaf atas pernyataannya yang seperti menyalahkan pekerja kesehatan. Asosiasi Perawat Texas membela Pham, bahwa tidak seharusnya perawat yang disalahkan.

Dalam konferensi pers tersebut, Frieden mengatakan ada beberapa perubahan dalam prosedur penangangan Ebola yangsudah diberlakukan. Termasuk memiliki staf khusus yang memantau mereka memakai dan melepas alat pelindung. Ada juga pelatihan untuk staf tentang cara melakukannya dengan aman.

Ia juga mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan lain termasuk pengadaan pakaian pelindung jenis baru dan pemberlakukan semprotan pembunuh virus jika ada yang menjadi korban terkontaminasi.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA