Selasa 23 Jun 2015 21:51 WIB

Obama Undang Muslim Amerika Buka Puasa di Gedung Putih

Rep: Gita Amanda/ Red: Bayu Hermawan
Presiden AS Barack Obama.
Foto: AP
Presiden AS Barack Obama.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Barack Obama pada Senin (22/6) mengundang Muslim Amerika untuk berbuka puasa bersama di Gedung Putih.

Pada kesempatan tersebut ia mengatakan bahwa Amerika harus bersatu dalam menolak aksi kekerasan dan teror yang mengatasnamakan agama atau etnis.

"Kami menegaskan bahwa apa pun iman kita, kita semua satu keluarga," kata Obama pada sekitar 40 anggota komunitas diplomatik dan beberapa anggota Kongres yang menghadiri acara tersebut.

Obama juga sempat menyinggung sejumlah kasus yang berkaitan dengan agama. Seperti insiden yang dialami salah satu tamu mudanya Samantha Elauf, yang pergi ke Mahkamah Agung untuk membela haknya untuk memakai jilbab.

Elauf pada 2008, saat masih berusia 17 tahun, sempat ditolak untuk bekerja di toko Abercrombie di Tulsa, Oklahoma, setelah memakai jilbab untuk wawancara.

"Dia bertekad untuk mempertahankan hak untuk mengenakan jilbab, memiliki peluang yang sama seperti orang lain. Dia megajukan hal ini ke Mahkamah Agung, sesuatu yang saya tidak lakukan di usianya, dan dia menang," jelasnya.

Obama juga berbicara tentang tiga pemuda Muslim yang tewas 10 Februari lalu di Chapel Hill, North Carolina. Serta sembilan anggota gereja kulit hitam yang tewas pekan lalu di Charleston, South Carolina.

"Sebagai orang Amerika, kita bersikeras bahwa tidak ada yang harus ditargetkan karena siapa mereka, seperti apa mereka terlihat, yang mereka cintai, bagaimana mereka menyembah. Kita bersatu melawan tindakan-tindakan kebencian," ujar Obama.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement