Jumat 26 Jun 2015 16:53 WIB

ADB Sediakan 600 Juta Dolar untuk Nepal

Suasana mencekam pascagempa Nepal direkam dengan alat drone
Foto: The Mirror
Suasana mencekam pascagempa Nepal direkam dengan alat drone

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Pembangunan Asia (ADB) menyediakan bantuan hingga sebesar 600 juta dolar Amerika Serikat dalam rangka menawarkan bantuan pembangunan kembali negara di Pegunungan Himalaya Nepal yang telah diterpa bencana gempa bumi.

"Dewan ADB telah menyetujui 200 juta dolar AS untuk bantuan kegawatdaruratan gempa, untuk membangun kembali sekolah, jalan, dan bangunan publik," kata Presiden ADB Takehiko Nakao dalam rilis yang diterima di Jakarta, Jumat (26/6).

Menurut Takehiko Nakao, selain 200 juta dolar AS tersebut, ADB juga siap menyediakan bantuan selanjutnya hingga 400 juta dolar AS, sehingga total bantuan adalah sebesar 600 juta dolar AS.

Presiden ADB meyakini bahwa Nepal akan muncul lebih kuat pascabencana dan terus bergerak di jalan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Nakao juga menyebutkan tentang semangat dan solidaritas dalam membantu yang ditunjukkan oleh masyarakat Nepal.

Dia memuji upaya pemerintahan Nepal akan "kepemimpinannya yang kuat" dalam mengelola kebutuhan asesmen pascabencana dengan sejumlah mitra pembangunan, serta dalam merencanakan beragam upaya rekonstruksi.

Presiden ADB menekankan lima prinsip untuk rekonstruksi yang efektif, antara lain membangun kembali yang lebih baik yaitu dengan membuat bangunan dengan standar tahan gempa.

Prinsip kedua adalah inklusif, yaitu perhatian layak diberikan guna memenuhi kebutuhan warga miskin, masyarakat pedesaan, dan kelompok rentan lainnya.

Sementara prinsip ketiga adalah menyiapkan kelembagaan yang kokoh untuk rekonstruksi, yang dapat dilaksanakan dengan adanya kepemimpinan yang kuat yang penting bagi kesuksesan rekonstruksi.

Sedangkan prinsip keempat menyorot pentingnya perbaikan kapasitas pemerintahan, serta prinsip kelima adalah koordinasi donor yang efektif dan kepemilikan pemerintahan yang penting bagi rekonstruksi yang sukses.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement