Ahad 23 Aug 2015 14:13 WIB

Ledakan Kembali Terjadi di Pabrik Bahan Kimia Cina

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Angga Indrawan
Police Line (ilustrasi)
Foto: www.nbcmiami.com
Police Line (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, HUANTAI -- Sebuah ledakan di plant kimia kembali mengguncang Cina dan menewaskan satu orang, Ahad (23/8). Ledakan terjadi di timur Cina tepatnya di Huantai, provinsi Shandong.

Kantor berita Cina, Xinhua melaporkan ledakan terjadi pada Sabtu malam. Lima jam setelah insiden, otoritas mengatakan tidak ada kontaminasi yang terdeteksi.

Ledakan kali ini menghancurkan pabrik milik Runxing Chemical, cabang dari Runxing Group. Pabrik tersebut memproduksi adiponitrile, larutan tak berwarna yang menghasilkan gas beracun ketika bercampur dengan api.

Ledakan cukup mengguncang area sekitar pabrik hingga radius dua kilometer. Sekitar 150 pemadam kebakaran dan 20 mesin penjinak api dikerahkan ke lokasi kejadian untuk meredamkan situasi.

Insiden ini terjadi tidak sampai dua pekan pasca ledakan besar di Tianjin yang menewaskan sedikitnya 121 orang, termasuk 67 pemadam kebakaran. Ledakan ini juga melukai lebih dari 700 orang dan membawa kerusakan fatal di sekitarnya.

Ledakan di situs-situs bahan kimia membawa kekhawatiran terkait penerapan standar keselamatan. Polisi Cina mengatakan Kementerian Keamanan Publik masih membutuhkan banyak waktu untuk mencapai kesimpulan penyebab kecelakaan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement