Kamis 25 Aug 2016 12:09 WIB

Peretas Eropa Timur Gasak Jutaan Baht dari ATM Thailand

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ani Nursalikah
Peretas (Ilustrasi)
Foto: VOA
Peretas (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Sebuah geng pencuri maya Eropa Timur baru-baru ini meraup 12 juta baht atau sekitar 350 ribu dolar AS dari anjungan tunai mandiri (ATM) di seluruh Thailand. ATM tersebut dimiliki Bank Tabungan Pemerintah (GSB).

Menurut pihak berwenang, pelaku diduga mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak ATM yang memungkinkan mereka menarik uang tunai dari mesin.

Pencurian terjadi antara 1 hingga 8 Agustus dari 21 ATM di enam provinsi, tapi baru diungkapkan pejabat bank pekan ini. Bank telah menutup setengah dari 7.000 ATM di seluruh negeri.

Namun, para pejabat GSB meyakinkan akun nasabah tidak terpengaruh pencurian. "Perampokan ATM GSB mencuri uang milik bank, bukan pelanggan," kata kepala eksekutif bank Chatchai Payuhanaveechai dilansir dari Asian Correspondent, Kamis (25/8).

Ia mengatakan, pihaknya dan produsen mesin ATM akan mencari kerusakan. ATM yang menjadi sasaran geng dibuat oleh sebuah perusahaan bernama NCR.

Insiden pencurian siber ini membuat Bank Sentral Thailand memperingatkan semua bank komersial di negara itu ATM buatan NCR rentan terhadap serangan pencurian. Ada sekitar 10 ribu mesin uang yang dihasilkan perusahaan tersebut.

Sementara itu, polisi telah mengidentifikasi lima anggota geng melalui rekaman kamera keamanan. Namun beberapa dilaporkan telah melarikan diri dari negara itu.

Para tersangka diyakini terlibat dalam serangan serupa di ATM Taiwan awal tahun ini. Insiden di Taiwan tersebut membuat bank kehilangan hingga 2,2 juta dolar AS.

Menurut pakar keamanan siber Wakil Presiden Asosiasi Keamanan Informasi Thailand Prinya Hom-Anek, peretasan pada mesin ATM mudah dilakukan saat ini karena adanya internet.

"Sekarang sangat mudah untuk meretas mesin ATM," ujarnya kepada Bangkok Post.

Ia menyarankan adanya peningkatan keamanan di sekitar ATM karena pelaku datang ke mesin menginstal malware dan mendapatkan uang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement