Selasa 24 Jan 2017 04:55 WIB

Presiden Meksiko akan Bicarakan Imigran dengan Trump

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ilham
Enrique Pena Nieto.
Foto: en.mercopress.com
Enrique Pena Nieto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto berjanji akan memperjuangkan kepentingan negaranya selama melakukan pembicaraan dengan pemerintahan Amerika Serikat (AS) terbaru, yang notabene dipimpin oleh Donald Trump. Kepentingan ini berkaitan dengan hak-hak imigran yang berasal dari negaranya.

Seperti dilansir laman BBC, pada Selasa (24/1), Nieto dikabarkan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, yang pada masa kampanye lalu telah sesumbar akan membangun tembok di perbatasan untuk mengadang imigran dari Amerika Latin. Nieto menilai, untuk mencari solusi bersama terkait hal ini, memang diperlukan dialog. “Solusinya adalah dialog dan negosiasi. Bukan konfrontasi,” ujarnya.

Nieto mengaku kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum AS memang memaksa Meksiko untuk mendefinisikan kembali hubungan bilateral dengan negara Paman Sam tersebut. “Sudah jelas bahwa AS memiliki visi baru untuk kebijakan luar negerinya,” ucapnya.

Kendati demikian, ia tetap berkomitmen untuk memprioritaskan kepentingan nasional negaranya. “Meksiko harus bertindak untuk membela kepentingan nasionalnya,” ujar Nieto.

Terkait imigran, Nieto mengklaim bahwa warga Meksiko yang melintasi perbatasan dan menuju AS telah turun cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, imigran ilegal yang memasuki AS melalui Meksiko, bukanlah warga Meksiko, melainkan warga negara lain, khususnya berasal dari Amerika Tengah.

Seperti diketahui, pada masa kampanye pemilihan umum AS beberapa waktu lalu, Donald Trump mengutarakan niatnya untuk membangun dinding di sepanjang perbatasan. Hal itu hendak dilakukan Trump untuk mencegah aliran imigran ilegal serta penyusupan narkoba.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement