Kamis 25 May 2017 09:46 WIB

Pengebom Manchester Terbukti Terkait dengan ISIS

Seorang warga menuliskan ekspresi kesedihannya di pedestrian Manchester, Inggris (23/5)
Foto: Reuters
Seorang warga menuliskan ekspresi kesedihannya di pedestrian Manchester, Inggris (23/5)

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pengebom bunuh diri yang menewaskan 22 orang di gedung tempat konser musik di Manchester memiliki kaitan dengan kelompok ISIS serta kemungkinan sempat mengunjungi Suriah, kata menteri dalam negeri Prancis.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengatakan pelaku pengeboman itu kembali dari Libya baru-baru ini. Dia mengatakan si pengebom, Salman Abedi, kemungkinan tidak bekerja sendiri. Pasukan tentara telah dikerahkan ke titik-titik penting di seluruh Inggris untuk membantu mencegah serangan lebih lanjut setelah status ancaman secara resmi dinaikkan ke tingkat kritis.

Rudd juga menyatakan kemarahan terhadap para pejabat Amerika Serikat karena membocorkan penyelidikan terhadap serangan Manchester sebelum pihak berwenang Inggris siap menyampaikannya kepada masyarakat. Abedi, warga berusia 22 tahun kelahiran Inggris, meledakkan diri pada Senin malam di gedung Manchester Arena pada akhir pertunjukan penyanyi pop AS Ariana Grande. Konser Ariana itu dipenuhi oleh ribuan anak dan remaja.

Di antara para korban serangan Abedi adalah seorang bocah perempuan berusia delapan tahun, sejumlah remaja putri, seorang pria berusia 28 tahun dan satu pasangan warga Polandia yang datang untuk menjemput putri-putri mereka.

"Tampaknya, kemungkinan, (Abedi) tidak melakukannya seorang diri," kata Rudd di radio BBC.

Seorang sumber yang mengetahui informasi soal penyelidikan mengatakan kepada Reuters investigasi dipusatkan pada apakah Abedi menerima bantuan dalam merakit bom dan di mana perakitan dilakukan. BBC melaporkan dinas keamanan berpikir bom itu terlalu canggih bagi Abedi untuk merakitnya sendiri.

Ketika ditanya soal laporan bahwa Abedi baru-baru ini kembali dari Libya, Rudd mengatakan ia meyakini informasi itu sudah dipastikan. Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengatakan para penyelidik Inggris mengatakan kepada pihak berwenang Prancis Abedi kemungkinan sempat pergi ke Suriah juga.

Ketika ditanya apakah ia yakin Abedi mendapat dukungan dari suatu jaringan, Collomb mengatakan, "Itu belum diketahui, tapi mungkin. Bagaimana pun juga (ia memiliki) kaitan dengan Daesh (ISIS) yang sudah dibuktikan."

Kepolisian Inggris telah menahan tiga orang lagi di Manchester Selatan pada Rabu dalam kaitan dengan pengeboman. Satu pria, yang dilaporkan sebagai saudara Abedi, ditangkap pada Selasa.

Rudd mengatakan sekitar 3.800 tentara kemungkinan akan dikerahkan ke jalan-jalan di Inggris, mengambil alih tugas pengamanan guna membebaskan kepolisian supaya dapat memusatkan tugas pada patroli dan investigasi. Pengeboman Manchester merupakan serangan paling maut yang terjadi di Inggris sejak Juli 2005.

Pada Juli tahun itu, empat pengebom bunuh diri menewaskan 52 orang dalam serangan terkoordinasi di jaringan transportasi London. Serangan di berbagai kota, termasuk Paris, Nice, Brussel, St Petersburg, Berlin dan London dalam dua tahun terakhir ini telah mengguncang warga Eropa, yang sudah mengkhawatirkan tantangan keamanan dari imigrasi massal serta kantong-kantong radikalisme di dalam negeri.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement