Jumat 06 Oct 2017 12:46 WIB

Iniesta, Pique Desak Spanyol-Katalunya Duduk Bareng

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Elba Damhuri
Kapten Barcelona, Andreas Iniesta mengangkat trofi Copa del Rey setelah timnya mengalahkan Deportivo Alaves, di Vicente Calderon, Ahad (28/5) dini hari WIB.
Foto: EPA/Mariscal
Kapten Barcelona, Andreas Iniesta mengangkat trofi Copa del Rey setelah timnya mengalahkan Deportivo Alaves, di Vicente Calderon, Ahad (28/5) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Pemain sepak bola Spanyol, Andres Iniesta, mendesak Pemerintah Spanyol dan Katalunya duduk bareng mengadakan pertemuan terkait referendum kemerdekaan. Gelandang Barcelona itu meminta kedua pemerintah betanggung jawab menggelar dialog.

"Lakukan untuk kita semua karena kami pantas untuk hidup damai. Berdialoglah sebelum terjadi kerusakan yang lebih parah lagi," kata Iniesta seperti diktuip ESPN, Jumat (6/10).

Pria kelahiran Spanyol itu mengaku tak ingin angat bicara tentang situasi politik kecuali itu benar-benar dibutuhkan. Gelandang 33 tahun itu gamang lantaran sebagian besar hidupnya dihabiskan di Katalunya.

Pertemuan serupa juga diminta bek Barcelona, Gerard Pique. Dia mendesak untuk diadakan dialog. Pique mengaku tidak mendukung kemerdekaan namun dia mendukung hak masyarakat untuk menentukan nasib sendiri.

Presiden Katalunya, Carles Puigdemont, berjanji akan mendeklarasikan kemerdekaan Katalunya dalam waktu dekat. Itu menyusul 90 persen masyarakat setuju untuk memisahkan diri dari Spanyol.

Kendati, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy dan Raja Felipe VI menolak mengakui hasil pemungutan suara. Mereka menuduh otoritas Katalunya mencoba memecahkan kesatuan Spanyol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement