Senin 23 Oct 2017 15:57 WIB

Dukung Madrid, Uni Eropa Dinilai Kehilangan Kredibilitas

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah
Warga mengibarkan bendera Katalan pada unjuk rasa di Barcelona
Foto: Ivan Alvarado/Reuters
Warga mengibarkan bendera Katalan pada unjuk rasa di Barcelona

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Uni Eropa akan kehilangan kredibilitas jika menolerir Madrid dalam memaksakan peraturan langsung kepada Katalunya. Jurubicara luar negeri Katalunya, Raul Romeva mengatakan, hanya orang Katalan yang memiliki hak untuk mengubah institusi regional.

"Bagaimana mereka bisa dipercaya jika membiarkan ini terjadi? Karena yang bisa saya katakan adalah bahwa orang-orang dan institusi di Katalunya tak akan membiarkan ini terjadi," katanya.

Pemerintah Spanyol mendesak warga Katalunya untuk menerima kontrol langsung dari Madrid dan mengabaikan instruksi dari pemimpin wilayah tersebut.

Pesan ini datang sehari setelah Madrid memutuskan untuk mengambil langkah konstitusional yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pemerintah Katalunya. Langkah pencabutan otonomi ini sebagai upaya terakhir dari pemerintah menggagalkan kampanye kemerdekaan Katalunya.

Menteri Luar Negeri Spanyol Alfonso Dastis juga menyerukan untuk mematuhi Madrid. "Semua yang pemerintah coba lakukan, dan dengan enggan, adalah mengembalikan tatanan hukum, mengembalikan konstitusi, tapi juga peraturan Katalan dan melanjutkan dari sana," kata Dastis.

Para pemimpin Katalunya mengatakan, mereka tidak akan menerima peraturan langsung yang dipaksakan Madrid. Keputusan Madrid akan meningkatkan prospek pendukung kemerdekaan untuk melawan Pemerintah Spanyol.

Rencana Rajoy masih membutuhkan persetujuan Senat dalam satu sesi yang ditetapkan pada Jumat. Setelah memperoleh persetujuan yang diharapkan, Madrid dapat menguasai sepenuhnya keuangan Katalunya, polisi dan media publik. Madrid juga dapat mengekang kekuasaan parlemen daerah hingga enam bulan, sampai pemilihan regional baru.

Namun rencana Rajoy untuk menggunakan kekuatan konstitusional khusus telah membuat marah kedua belah pihak dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi kerusuhan jika para pemimpin Katalan menolak dan melakukan pembangkangan sipil.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement