Sabtu 28 Oct 2017 03:50 WIB

PM Spanyol Bubarkan Parlemen Katalunya

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Bayu Hermawan
Ekspresi warga Katalunya setelah hasil voting parlemen lokal Katalunya memutuskan untuk mendeklarasikan kemerdekaan Republika Katalunya.
Foto: Emillio Morenatti/AP
Ekspresi warga Katalunya setelah hasil voting parlemen lokal Katalunya memutuskan untuk mendeklarasikan kemerdekaan Republika Katalunya.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy membubarkan Parlemen Katalunya setelah mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol. Pemerintah Spanyol bergerak untuk menerapkan pemerintahan langsung pada Katalunya.

Dikutip dari BBC, Sabtu (28/10), PM Spanyol mengatakan penerapan pemerintahan langsung belum pernah terjadi sebelumnya. Namun hal tersebut dinilai penting untuk memulihkan keadaan di wilayah Katalunya. Rajoy juga memecat pemimpin Katalunya Carles Puigdemont dan kabinetnya.

Rajoy mengumumkan hal tersebut beberapa saat setelah Parlemen Katalunya mendeklarasikan kemerdekaan. Senat Spanyol memberikan mandat kepada pemerintah Rajoy, kekuatan konstitusional untuk menangguhkan otonomi Katalunya. Rajoy juga mengumumkan pemecatan Kepala Kepolisian Katalunya.

Sebelumnya, Parlemen Katalunya secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan. Setelah deklarasi tersebut, ribuan orang turun ke jalan untuk merayakannya kemerdekaan Katalunya.

Namun Mahkamah Konstitusi Spanyol kemungkinan akan menyatakannya ilegal. Sementara Uni Eropa, AS, Inggris, Jerman, dan Prancis semuanya menyatakan dukungannya untuk persatuan Spanyol dan menolak kemerdekaan Katalunya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement