Sabtu 11 Nov 2017 19:41 WIB

Ini Tiga Hal yang Disampaikan Jokowi di Working Lunch APEC

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden Joko Widodo (kiri) besama Presiden China Xi Jinping (kanan) saat melakukan dialog antara Pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11).
Foto: Antara/Yusran Uccang
Presiden Joko Widodo (kiri) besama Presiden China Xi Jinping (kanan) saat melakukan dialog antara Pimpinan negara ekonomi dengan APEC Business Advisory Council (ABAC) di Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11).

REPUBLIKA.CO.ID, DA NANG -- Pada pertemuan ke 25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam, Presiden Joko Widodo menyampaikan tiga pesan utama. Dalam sesi Working Lunch yang mengusung tema "Fostering A Shared Future", Presiden Jokowi menekankan pentingnya pembangunan inklusif sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum.

Data menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan di APEC.  Sementara kemajuan pembangunan masih belum merata. Selain itu, kata Jokowi, proses globalisasi yang saat ini terjadi juga menghasilkan ketimpangan pendapatan kronis akibat manfaat globalisasi tidak merata.

"Apabila tidak diperbaiki maka situasi tersebut akan menyebabkan suburnya pemikiran dan gerakan proteksionisme serta anti-globalisasi yang meluas," ujar Presiden Jokowi lewat rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden.di Da Nang, Sabtu (11/11).

Kedua, Presiden Jokowi juga mendorong APEC untuk segera menyelesaikan agenda Bogor Goals yang belum tuntas (unfinished business). Mengingat selama 23 tahun Bogor Goals telah menjadi kekuatan pendorong kerja sama APEC.

"Bogor Goals mencerminkan pentingnya perdagangan dan investasi bebas serta terbuka dan juga perwujudan pertumbuhan ekonomi serta kemakmuran rakyat," ujar Presiden.

Terakhir, Presiden Jokowi mengajak seluruh anggota APEC untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan inovasi dalam visi pasca-2020. Sejumlah langkah antisipatif dan adaptif harus dilakukan APEC guna mengurangi jurang ketimpangan pembangunan.

"Mendorong integrasi ekonomi regional, melanjutkan reformasi struktural, menyelesaikan hambatan regulasi, menerapkan strategi pertumbuhan yang produktif, mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, serta mengurangi kesenjangan ekonomi," ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun berharap anggota APEC dapat bekerja sama mengupayakan agar visi APEC dapat membuahkan hasil nyata dan bermanfaat bagi rakyat seluruh dunia. Keseimbangan pilar liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi serta kerja sama ekonomi dan teknik semakin menjadi kunci keberhasilan bangsa.

Dalam sesi working lunch ini, para pemimpin APEC sependapat untuk memulai proses pasca 2020. Ditekankan pula APEC perlu terus memainkan peran sebagai model inkubator bagi integrasi regional.

Para pemimpin APEC juga memiliki kesamaan pandangan fokus kerjasama APEC adalah rakyat dan kalangan bisnis. Pasca 2020 harus dibangun atas dasar Bogor Goals, dan dengan penambahan area kerjasama sebagai akibat terjadinya revolusi industri. Sebagai penutup, Presiden Viet Nam, Ketua APEC 2017, menegaskan APEC Pasca 2020 harus bersifat aspirasional, ambisius namun juga dapat direalisasikan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement