Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

'Miliarder Asal Asia Makin Banyak'

Kamis 07 Nov 2013 16:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Majalah Ventures yang mencatat 55 miliarder dari Afrika.

Majalah Ventures yang mencatat 55 miliarder dari Afrika.

Foto: naijaexperess.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --Menurut sebuah laporan baru yang dirilis hari Rabu (6/11), pada tahun 2013 ini ada 2.170 orang di dunia yang kekayaan bersih sedikitnya satu miliar dolar AS, Mereka memiliki kekayaan bersih sedikitnya satu miliar dolar dan menguasai 6,5 triliun dolar AS, jumlah yang jauh lebih besar dibanding pendapatan kotor semua negara kecuali Amerika dan China.

Seperti dikutip voanews.com, Kamis (7/11), “Sensus Miliarder” yang disusun oleh perusahaan riset Wealth-X yang berbasis di Singapura dan bank Swiss UBSUBSN.VX menunjukkan bahwa kelompok paling eksklusif di dunia ini – meski lambat – tetapi terus meningkat. Studi ini menghitung ada 10 miliarder baru tahun ini dibanding tahun lalu, dengan pendapat rata-rata mencapai sekitar tiga miliar dolar.

Asia adalah kawasan di mana terdapat peningkatan jumlah miliarder paling banyak – yaitu 508 orang atau 18 orang lebih banyak dibanding tahun lalu. Total kekayaan bersih ke-58 orang ini naik 13 persen.Amerika dan Kanada berada pada peringkat kedua dengan jumlah milyarder mencapai 552 orang atau 11 orang lebih banyak dibanding tahun lalu.

Total kekayaan bersih mereka naik 2,4 persen.Sementara itu 766 miliarder tinggal di Eropa atau turun dibanding 795 orang tahun 2012. Total kekayaan bersih mereka naik 3,7 persen.

Amerika tetap menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia yaitu 515 orang, disusul China dengan 157 orang, kemudian Jerman, Inggris dan Rusia.Negara-negara lain di Asia di mana terdapat banyak miliarder adalah India – dengan 103 miliarder, dan Hong Kong dengan 75 miliarder.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA