Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Perjalanan Pertama Keluarga Pangeran William ke Kanada

Ahad 02 Okt 2016 16:16 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Budi Raharjo

Kate Middleton dan Pangeran William

Kate Middleton dan Pangeran William

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA -- Pangeran Inggris William bersama dengan istri dan anak-anaknya melakukan kunjungan resmi pertama ke Kanada. Perjalanan yang berlangsung selama delapan hari itu disebut oleh mereka sangat menyenangkan.

Pangeran Wiliiam bersama dengan istri, Kate Middleton, mengaku merasa beruntung dapat membawa anak-anak mereka, George dan Charlotte, ke salah satu negara persemakmuran tersebut.

"Kami merasa sangat beruntung dapat memperkenalkan Kanada kepada George dan Charlotte. Negara ini telah menciptakan kenangan indah kepada keluarga kami selama perjalanan berlangsung," ujar pernyataan bersama William dan Kate, dilansir BBC,  Ahad (2/10).

Keduanya juga berterima kasih atas keramahan warga di negara itu selama kunjungan mereka. Duke dan Duchess cambrige itu datang ke beberapa wilayah di Kanada, di antaranya Yukon, British Columbia, dan Kepulauan Haida Gwaii.

Mereka juga mengunjungi badan amal yang membantu merehabilitasi ibu dengan kecanduan obat di Vancouver, serta Cridge di Victoria. Salah satu lembaga amal itu terkenal membantu anak, serta perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Kemudian keluarga Pangeran William datang ke pusat imigrasi untuk bertemu dengan para pengungsi. Dalam perjalanan mereka kali ini, mereka memberikan sumbangan sebesar 100 ribu dolar Kanada atau 60 ribu poundsterling.

Uang itu nantinya digunakan untuk layanan-layanan amal. Selain itu, membantu para pengungsi yang terdaftar dalam Imrgran Layanan Masyarakat British Colombia.

"Kami merasa sangat terhormat atas kunjungan yang dilakukan Duke dan Duchess Cambridge sekaligus hadiah yang mereka berikan. Ini dapat membantu masa depan banyak orang di Kanada," ujar Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA