Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Bom Tepi Jalan Tewaskan Tentara di Somalia

Senin 24 Apr 2017 15:32 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Ledakan bom

Ledakan bom

REPUBLIKA.CO.ID, BOSASSO -- Sebuah kendaraan militer menabrak bom tepi jalan di wilayah semi otonom Puntland, Somalia. Kejadian tersebut menewaskan sedikitnya enam tentara dan melukai delapan lainnya.

Kelompok al Shabaab yang terhubung dengan jaringan alqaidah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di wilayah sekitar kota pelabuhan Bosasso itu. Kelompok al Shabaab melakukan beberapa aksi serangan untuk menjatuhkan pemerintah negara Tanduk Afrika, yang didukung pemerintah Barat dan ingin memerintah negara tersebut dengan menerapkan hukum syariah Islam versi pandangan garis keras.

Mereka juga ingin memukul mundur pasukan perdamaian Uni Afrika untuk Somalia (AMISOM) yang membantu mempertahankan pemerintahan pusat negara itu. Mohamed Ibrahim, seorang mayor di Puntland, mengatakan bahwa kendaraan yang digunakan pasukan Aladdin truk bak terbuka, berangkat dari perbukitan Galgala, Sekitar 40 kilometer barat daya Bosasso.

"Kendaraan pasukan militer kami menabrak sebuah bom tepi jalan hari ini, enam tentara tewas, delapan lainnya luka luka," kata Ibrahim dilansir Reuters Ahad (23/4). Dia juga menambahkan kalau dua korban luka saat ini dalam kondisi kritis.

Sheikh Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer al Shabaab, mengatakan bahwa kelompok tersebut telah melakukan serangan itu dan mereka menyatakan bahwa beberapa tentara tewas sementara yang lain terluka. "Kami berada di balik serangan tersebut," katanya.

Kelompok al Shabaab pernah menguasai sebagian besar wilayah Somalia namun pada 2011, mereka terusir dari ibukota Mogadishu dan sejak itu mereka kehilangan banyak bekas benteng lainnya. Namun aksi mereka tetap menjadi ancaman yang kuat dengan serangan secara terus-menerus terhadap target militer dan sipil di Mogadishu dan daerah lainnya.

Secara resmi negara bagian Puntland di Somalia telah menyatakan sebagai daerah otonomi pada 1998. Namun demikian wilayah tersebut tidak mendapatkan kemerdekaan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA