Kamis 03 Aug 2017 15:23 WIB

Qatar Airways Batalkan Investasi di American Airlines

Rep: Marniati/ Red: Esthi Maharani
Menggunakan kelas utama Qatar Airways, penerbangan dari London ke Doha bisa menelan biaya hingga 6.000 dolar AS.
Foto: EPA
Menggunakan kelas utama Qatar Airways, penerbangan dari London ke Doha bisa menelan biaya hingga 6.000 dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Qatar Airways tidak akan melanjutkan investasi keuangannya di American Airlines Group Inc. Padahal sebelumnya Qatar Airways berencana untuk menanam saham hingga 4,75 persen di kapal induk AS.

"Kami melakukan peninjauan lebih lanjut atas usulan investasi keuangan dengan mempertimbangkan pengungkapan publik terbaru tentang American Airlines. Hal ini telah menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak lagi sesuai dengan tujuan kami," ujar perwakilan Qatar Airways seperti dilansir middleeastmonitor.com pada Rabu (2/8).

Pihak Qatar Airways tidak menjelaskan secara rinci terkait alasan pembatalan investasi ini. Pihak Qatar Airways menerangkan mereka akan terus mencari peluang investasi alternatif di Amerika Serikat dan tempat lain yang sesuai dengan tujuan perusahaan.

Sementara itu, juru bicara American Airlines Matt Miller mengatakan pihak American Airlines menghormati keputusan Qatar Airways yang tidak melanjutkan investasinya di American Airlines.

"Ini sama sekali tidak mengubah jalannya bagi orang Amerika," kata juru bicara American Airlines Matt Miller.

Niat Qatar Airways untuk membeli saham American Airlines sempat disambut dengan kecurigaan oleh para kritikus. Ini dikarenakan pada saat yang sama Qatar terlibat dalam krisis diplomatik setelah adanya perselisihan dengan negara-negara Teluk yang berdampak dengan pemutusan hubungan bilateral.

Chief Executive Qatar Airways Akbar al-Baker mengatakan perusahaan milik negara ini telah kehilangan akses ke 18 destinasi di Timur Tengah akibat krisis politik regional yang sedang berlangsung. Hal ini tentunya berdampak pada keuangan perusahaan

Hal lain yang memperumit Qatar yakni adanya tuduhan dari Amerika bahwa maskapai penerbangan Timur Tengah menerima subsidi negara secara ilegal.

American Airlines, bersama dengan Delta Air Lines dan United Airlines, telah menekan pemerintah AS untuk menghentikan penerbangan ke AS oleh Qatar Airways, Emirates dan Etihad Airways.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement