Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Senin, 15 Safar 1441 / 14 Oktober 2019

Anjurkan Gay Pencari Suaka Rahasiakan Identitas, Inggris Dikritik

Selasa 06 Jul 2010 22:11 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Kementrian dalam negeri Inggris dituding telah memberikan saran tak seharusnya terhadap para gay dan lesbian pencari suaka, yakni mengatakan pada meraka agar menyembunyikan rahasia seksualitas mereka untuk menghindari tuntutan saat kembali pulang.

Komisi Tertinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) mengklaim Inggris telah mengubah konvensi internasional "sesuai dengan isi kepala mereka". Mahkamah Agung Inggris akan mengatur legalitas saran yang muncul Rabu pekan lalu yang melibatkan negara-negara di mana homoseksual ditentang dan dianggap ilegal.

Kementrian dalam negeri mengatakan mereka berkomitmen menjadi pelindung dan penjamin risiko para gay dan lesbian. UNHCR mengatakan bahwa dibawah peraturan berlabel "tes rahasia" yang digunakan petugas imigrasi dan pengadilan sejak 2006,pencari suaka gay dan lesbian kerap disarankan untuk kembali pulang ke asal mereka dan merahasiakan kencenderungan seksual untuk menghindari kekerasan dan tuntutan hukum.

Siksaan dan Ekskusi

Banyak negara tidak bisa menerima homoseksual, seperti Iran, Kamerun dan negara-negara Afrika lain. Dalam wawancara yang dilansir BBC, pejabat legal UNHCR di London, Alexandra McDowall, mengatakan tes rahasia itu "mengenalkan elemen yang tidak seharusnya. Ia mengatakan dengan demikian Inggris memaksa para gay atau lesbian yang gagal mendapat suaka untuk hidup "dibawa kedok dan merahasiakan sesuatu" ketika pulang.

Orang-orang menghadapi ancaman karena seksualitas mereka dipandang sebagai "grup yang dilindungi" bersamaan dengan tuntutan keagamaan dan politik. "Akankah kita meminta Yahudi untuk bersembunyi di loteng untuk mencegah mereka dikirim ke kamp konsentrasi?" ujarnya.

Seorang jurubicara Kementrian Dalam Negeri mengatakan pemerintah koalisi baru "berkomitmen untuk mengakhiri pemindahan " gay dan lesbian yang terbukti menghadapi risiko dipenjarakan, disiksa dan dihukum mati. Namun, pemerintah tidak menyimpan data resmi berapa yang gagal mendapat suaka dan berapa orang yang diterima berdasar gender pemohon.




sumber : bbc
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA